Senin, 16 Februari 2009

Pilihan dan Masa Depan



Saat kita memilih dan sampai pada sebuah keputusan atas satu pilihan, bukanlah suatu hal yang mudah. Menentukan satu pilihan di antara begitu banyak pilihan, terlebih bila pilihan itu tak dapat dijabarkan dalam nilai-nilai materi, nilai nominal, ataupun dalam nilai yang dapat diukur dengan hitungan matematis dan ekonomis.

Saat tersulit menentukan pilihan adalah saat dihadapkan dengan opsi yang bersifat ghaib, bernilai spiritual, dan sangat sulit untuk diuraikan dalam kata-kata. Pilihan ini seringkali muncul dan terhampar di hadapan kita, terlebih lagi, pilihan ini akan sangat berpengaruh di kehidupan masa depan kita kelak.

Masih teringat olehku, tahun pertama si sulung bergabung di sekolah pemerintah, Azuma shogakko (SD Azuma). Bagaimana ia begitu tertekan dan hampir putus asa menjalani hari-harinya di sekolah dengan segala kebingungan, ketidakmengertian, segala perbedaan dan hal-hal baru yang penuh tanda tanya.

Kami sebagai orangtua berusaha membantunya dengan memberi pilihan-pilihan dan kami mencoba menjabarkannya dalam pandangan-pandangan yang dapat ia mengerti, baik nilai-nilai positifnya maupun nilai-nilai negatifnya. Dan ketika ia memutuskan pilihannya untuk tetap tinggal disini dengan semangat "belajar, berusaha, dan berdoa", kami mendukungnya dengan segala upaya, dan yang terpenting adalah memohon petunjukNya, kekuatanNya, kekuasaanNya, kebesaranNya dan segala sifat-sifat ke khalikanNya bahwa apa yang menjadi pilihan si sulung adalah yang terbaik dan akan memberi keberkahan baginya. Dan ketika kami bisa melihat perkembangan yang positif dari si sulung dengan pilihannya itu, kami sangat bersyukur dan bisa bernafas dengan lega.

Apa yang saya ungkapkan tentang si sulung, hanyalah salah satu contoh dari sekian banyak momen pilihan dalam hidup seorang anak manusia dan bagaimana sebuah pilihan dapat mempengaruhi kehidupan masa depannya.

Berhati-hatilah dalam memilih, karena hasil sebuah pilihan akan ada konsekuensi masa depannya. Terlebih jika pilihan ini bisa mempengaruhi masa depan banyak orang.

Pikirkanlah masak-masak dengan pikiran dan hati nurani yang jernih. Bila perlu ajaklah seseorang yang bertanggung jawab dan bisa dipercaya untuk berdiskusi atau bermusyawarah. Dan satu hal lagi yang terpenting, memohon petunjukNya, ilham dariNya dan bimbinganNya dalam menentukan pilihan penting dalam hidup kita.

"Tidak rugi orang yang istikharah, tidak akan menyesal orang yang bermusyawarah, dan tidak akan miskin orang yang hidupnya hemat." (HR.AtThabrani dari Anas)

13 komentar:

Erik mengatakan...

Iya mbak, alangkah baiknya istikhoroh dulu, sampai mendapatkan ketetapan hati.

Semoga pilihan itu menjadi jalan yg terbaik.

genial mengatakan...

yupp life's about choice...
kita harus pandai-pandai menentukan langkah... klu gk gtu, ya jd nya seperti saya ini :( hiks hiks hiks . . .

' Li ' mengatakan...

bener banget umi...
jgn sampai salah langkah yaa...
seepp nice artikel...

Senoaji mengatakan...

berniatan dan jujur untuk melakukan sesuatu adalah penting dlam perjalanan hidup

Atca mengatakan...

bener banget Umi...
kita istikhoroh supaya lebih mantap lagi dalam menentukan pilihan..apalagi bila menentukan masa depan orang banyakkk

genial mengatakan...

it's so fast... thnx for comin' on my page... semangadh semangaadh....!!!

Rio Sembilan mengatakan...

kayak pengalaman pahit saya, hiks2..

bunda azka mengatakan...

iya... segala sesuatu tuh harus qta istikhoroh, minta petunjuk dr allah spy lebih barokah nntinya.

harry seenthing mengatakan...

wah aku setuju buanget mba....hanya itu jalan satu satunya yah kembali kepada yang menciptakan kita

Game_Lover mengatakan...

Selalu istikharah dan berdoa pada yang Kuasa agar ditunjukkan jln yang mudah dalam memilih sesuatu yang menyangkut masa depan kita :D

Postingan nya keren nie, Thx

Lyla mengatakan...

berdoa dan berusaha hal yang terbaik untuk masa depan..

1000jalan mengatakan...

Benar Umi, nggak ada ruginya kl disaat kita bingung selalu mendekatkan diri kepada Allah dengan cara Sholat Istikhoroh, dijamin bakalan top cer... dan semakin pasti dalam melangkah kedepannya.

Bang Izz mengatakan...

Sahabat, ada saat dimana kita dihadapkan pada pilihan-pilihan sulit dalam hidup. Pilihan-pilihan yang terkadang menyakitkan dan menuntut pengorbanan. Menjadi begitu rumit, sebab pilihan-pilihan itu membutuhkan keikhlasan yang dalam dan keberanian yang besar. Sebab terkadang pilihan-pilihan itu sangat menentukan keberlanjutan hidup kita. Itulah momentum, saat kita di persimpangan…

Sulit memang, tapi kita harus menentukan pilihan. Bahkan, berdiam diri dan membiarkan segalanya berjalan apa adanya juga adalah sebuah pilihan. Hanya saja, pilihan yang kita ambil dari sebuah kepasrahan atau menyerah, adalah pilihan yang selalu diikuti penyesalan. Penyesalan atas kelemahan jiwa yang telah membiarkan segalanya berlalu tanpa pendirian.

Sahabat, kita memang harus memilih. Meskipun saat pilihan-pilihan itu datang, perang batin berkecamuk di dalam dada. Perang yang melahirkan air mata, juga tangis, dan meledak pada waktu sendiri, dalam sepi, dalam sunyi. Mengalir bersama ratapan khusyuk kepasrahan di hadapan Allah yang kuasa menentukan nasib setiap hamba-Nya. Tak peduli, siapa pun ia…

Sahabat, kita harus mengambil pilihan. Sebab pilihan yang kita ambil itulah yang melahirkan keterhormatan. Keterhormatan diri atas pendirian yang tak goyah oleh beratnya pilihan-pilihan. Apa pun hasilnya kemudian. Entah menyakitkan, atau sesuai harapan, tak perlu kita risaukan. Sebab hasil itu, Allah lah yang memutuskan, kita hanya bisa merencanakan.

Sahabat, saat kita telah di persimpangan, ambillah sebuah pilihan. Seberat apa pun itu. Sesakit apa pun itu. Serumit apa pun itu. Sebab, pilihan kita itulah yang memberikan pelajaran berharga tentang suatu keputusan. Sebab persimpangan itu, mungkin akan hadir kembali di masa yang berbeda, kelak, dalam rentang usia yang tak seberapa.