Kamis, 12 Februari 2009

Kalender Buatan Sendiri



Membuat Kalender sendiri adalah salah satu pelajaran yang diajarkan dalam mata pelajaran Zukou (Ketrampilan Sekolah), mulai dari kelas satu sampai dengan kelas enam. Tentunya dengan teknik dan bahan yang berbeda di tiap-tiap level kelas.



Kalender kelas empat, yang dibuat Amr kun, sepertinya terlihat sederhana. Namun dalam pengerjaannya membutuhkan ketelitian dan kehati-hatian yang tinggi. Teknik yang digunakan adalah mengukir lukisan diatas sebuah papan kayu berbentuk persegi, memberi warna pada lukisannya, setelah itu mencetaknya di atas kertas kalender yang sudah dirancang khusus dari sekolah. Lukisannya sendiri bertema bebas, tergantung kepada minat masing-masing siswa. Hasilnya terlihat pada foto pertama.

Sedangkan untuk kalender kelas satu, yang dibuat oleh Irham kun, adalah kalender dengan teknik menggambar langsung pada lembaran kertas putih, mewarnainya dengan crayon dan menulis setiap angkanya dengan spidol. Terkesan sederhana, namun membutuhkan pemikiran yang tidak main-main bagi seorang anak kelas satu.

Setelah kalender masing-masing kelas telah selesai, kalender ini dipajang di depan kelas masing-masing baru kemudian dibagikan ke masing-masing siswa untuk dibawa pulang. Sebagai penghargaan atas hasil karya mereka, kalender ini dipajang di dinding rumah, dan sekarang dipajang di blog ini.
Keren khan??? :)

Apapun hasilnya, karya sendiri jauh lebih berharga dan bernilai. Ada sebuah proses pembelajaran yang takkan terlupakan... :)

7 komentar:

KABASARAN mengatakan...

Another good lesson dari negeri seberang ... tampaknya nilai-nilai kemandirian, kreatifitas sedari kecil sudah menjadi bagian dari pembelajaran ... boleh ditiru juga di negeri kita tuh.

donalduck mengatakan...

waw..keyeeeennn..........

Erik mengatakan...

Keren mbak, bagus ya pengajaran di sini

tika dk mengatakan...

angka2nya bagus rin. tulisannya mesti pada bagus deh *toppz*

Ryuta Ando mengatakan...

Gitulah sekolah di Jepang, kreatif cara ngajarnya.

Bagus kalendernya..

Penny mengatakan...

itulah beda sekolah di jepang dan di Indonesia ya.. Umi.
Penuh kreasi dan inovasi. Bisa ditiru tuh... metode pengajarannya....

My Journey mengatakan...

wah... umi pinter ya bikin kalender... apa gak mumet tuh ngitungnya :)