Alhamdulillah...alhamdulillah...alhamdulillah...
Seiring sujud dan hangatnya air menitik di ujung mataku. Tak ada lisan dan rasa yang mampu terlukiskan untuk mewakili segala syukurku atas nikmat Sang Maha Kuasa, Sang Maha Pemurah, Sang Maha Segalanya...
Menghitungnya, takkanlah mungkin... membalasnya, takkanlah sanggup...
Semua janjiNya takkan pernah dusta, semua kehendakNya takkan pernah ada penolaknya, semua jalan yang ditulisNya pasti akan terlewati...
Perjalanan tiga masehi terjawab sudah. Segala peluh dan doa yang mengisi setiap langkah kami telah berbuah manis. Tidak berhenti sampai disini, masih banyak cita dan asa yang akan selalu menanti di depan sana. Bahwa yang terwujud kini adalah kemurahan dan kuasa dari Sang Penguasa Alam Semesta. Dan semoga apa yang melekat kini menjadikan kami selalu makhluk yang memegang teguh amanahNya, memberi kebaikan dan manfaat bagi makhluk lain di sekitar kami...insya Allah...
Congratulation to our beloved Abi, we luv u and proud of u...
Baca selengkapnya ...
Friday, 29 January 2010
Syukur Kami...
Posted by
Umi Rina
at
17:37
2
comments
Labels: The Machdi's, The Mirror, The Moment
Thursday, 17 December 2009
Selamat Tahun Baru 1431 H
Dalam sebuah hadist nabi besar Muhammad SAW disebutkan bahwa, "Tidak datang pada kalian suatu zaman kecuali zaman sesudahnya lebih jelek daripada zaman sebelumnya." HR. At Thobroni
Anda mungkin tidak sependapat dengan hadist ini, namun adalah diri dan hati kita sendiri yang paling mampu menentukan kebenarannya. Bagaimana kita dapat mengukurnya adalah kembali kepada hati, ilmu dan amal yang merangkai 3 in 1 dalam kehidupan kita sehari-hari.
Lepas dari sependapat atau tidak, adalah diri kita sendiri yang menentukan apakah hari esok lebih baik daripada hari ini ataupun hari kemarin. Jika sendiri tidak cukup untuk mewujudkannya, maka bersama adalah kunci jawabannya, setidaknya dalam wujud do'a dari orang-orang yang hatinya dipertautkan oleh Sang Maha Kuasa dan atas kehendakNya lah sebuah jalan dibukakan...
Selamat Tahun Baru 1431 H,
semoga yang terbaik dan terbarokah selalu dilimpahkan dariNya bagi kita semua...
amiinn...
Baca selengkapnya ...
Posted by
Umi Rina
at
13:43
5
comments
Labels: The Moment
Monday, 30 November 2009
Bersama...
Aku, kau, dan mereka
Berlayar di tengah samudra
Berjalan menerjang masa
Berjuang menggapai asa...
Bukan menit, jam, atau hari
Adalah hitungan dua belas masehi
Yang berlalu bagaikan mimpi
Dan masih harus diraih menetapi janji...
Aku mungkin belumlah sempurna
Dan kau mungkin takkan selalu bersama
Namun mereka akan selalu nyata
Layaknya 'the maze' harapan dan do'a...
Jika bersama tidaklah selalu ada
Namun 'dekat' adalah selalu dan rasa
Hanya antara aku, kau, dan mereka
Dalam hati dan mohon kepadaNya...
Baca selengkapnya ...
Posted by
Umi Rina
at
13:50
9
comments
Labels: The Mirror, The Moment
Monday, 23 November 2009
Pemimpin Sejati
Menjadi seorang pemimpin adalah menjadi impian banyak orang. Apakah itu pemimpin kantor, pemimpin sebuah lembaga, terlebih menjadi pemimpin sebuah negeri. Bukan hal mudah untuk mencapainya, tetapi bukan juga hal yang sulit. Karena pada hakikatnya, setiap manusia adalah seorang pemimpin, setidaknya bagi dirinya sendiri...
Jika ia seorang pemimpin bagi dirinya sendiri, maka ia haruslah bisa mempertanggungjawabkan segala apa yang diamanahkan pada dirinya, tentang apa yang diamalkannya dan apa yang masuk ke dalam jasadnya.
"Tidak pindah kedua telapak kakinya hamba pada hari kiamat sehingga ditanya tentang umurnya dihabiskan untuk apa, dan tentang ilmunya diamalkan untuk apa, dan tentang hartanya diperoleh darimana dan digunakan untuk apa, dan tentang jasadnya dirusakkan untuk apa."
H.R. Tirmidzi.
Jika ia seorang pemimpin suatu lembaga, suatu kaum, bahkan suatu negeri, maka amanah yang dipikulnya sungguh sangat luar biasa pertanggungjawabannya. Tidak saja pada dirinya sendiri, tetapi pada tiap-tiap diri manusia yang dipimpinnya.
"Seorang pemimpin adalah penggembala dan dia akan ditanya tentang penggembalaannya." H.R. Bukhari.
Seorang pemimpin, sejatinya adalah pemimpin yang bisa berpijak pada kebenaran, kearifan, dan keadilan yang diungkapkan dengan jujur, kasih sayang, dan kerendahan hatinya yang sanggup menyentuh tiap-tiap diri manusia yang dipimpinnya...
"Dan rendahkanlah sayapmu (rendah hati) terhadap orang-orang iman yang mengikutimu." QS. Asy Syuaro' : 215.
"Tidak ada seorang yang lebih utama kedudukannya daripada pemimpin yang jika dia berkata maka dia jujur, dan jika menghukumi maka dia adil, dan jika dimintai kasih sayang maka dia menyayangi."
H.R. Ibn Najar an Anas.
Baca selengkapnya ...
Posted by
Umi Rina
at
23:11
6
comments
Labels: The Mirror
Wednesday, 4 November 2009
Kebenaran Pasti Menang...
Cerita tentang 'Cicak' dan 'Buaya' ternyata tidak lagi menjadi miliknya dunia pertokohan cerita anak-anak. Kalau puluhan tahun silam tokoh cicak dan buaya selalu dikelilingi oleh tokoh-tokoh lainnya dari dunia kebun binatang dan hanya diminati kalangan anak-anak. Seiring jaman yang semakin 'modern', kini tokoh cicak dan buaya punya tokoh dari dunia maya yaitu 'Godzilla' dan diminati oleh banyak kalangan dari usia anak-anak sampai usia lanjut.
Mungkin tidak semua anak-anak menyukainya. Namun setidaknya si kecil Yaser dan Hasya, ternyata turut mengamati cerita tokoh-tokoh tersebut dengan cukup baik. Hari ini saja mereka sudah hafal dan begitu antusias berlari ke depan televisi setiap kali diperdengarkan lagu 'KPK Di Dadaku'.
Dengan gaya 'lucu' dan 'polos' mereka yang masih 'balita', tanpa 'ragu' menyanyikan bait-bait lagu itu dengan penuh semangat *sambil jalan di tempat dengan gaya barisan PASKIBRA*:)
KPK di dadaku...
KPK kebanggaanku...
Ku yakin kebenaran pasti menang...
Kobarkan semangatmu...
Tunjukkan kebersihanmu...
Ku yakin kebenaran pasti menang!!!
Hmm...senangnya melihat anak-anak bisa bertingkah selayaknya anak-anak...
Selayaknya, orang dewasa juga bisa bersikap sebagaimana orang dewasa, karena tidak akan pernah 'lucu' dan 'polos' bila orang dewasa bersikap kekanak-kanakan...
Baca selengkapnya ...
Posted by
Umi Rina
at
23:12
8
comments
Labels: The Machdi's, The Mirror
Monday, 26 October 2009
K.K. = Kakak ?
Alhamdulillah...belum satu bulan sejak bergabungnya si sulung dengan klub soccernya, namun pelatih dan managernya sudah memilihnya untuk masuk ke tim inti SSB Jayakarta. Tim Inti ini punya jadwal latihan tambahan sendiri di hari sabtu, dan disini mereka yang terpilih mendapatkan perhatian dan latihan lebih khusus.
Tim inti ini juga nantinya akan diturunkan dalam berbagai kejuaraan ataupun turnamen-turnamen sepakbola junior.
Untuk masuk ke tim inti ini ada beberapa syarat administrasi yang harus dipenuhi. Si sulung harus mengumpulkan fotonya, fotocopy akte kelahiran, fotocopy raport, dan fotocopy K.K.
Pesan itu disampaikan sang pelatih kepada si sulung pada saat latihan. Anehnya, si sulung tidak memberitahu bahwa fotocopy K.K juga dilampirkan. Alhasil, ketika mengumpulkan, hanya si sulung saja yang tidak mengumpulkan fotocopy K.K.
Selidik punya selidk, ternyata si sulung tidak paham mengenai fotocopy K.K ini. Dalam benaknya, K.K yang dimaksud adalah Kakak, sementara ia merasa sebagai anak tertua sehingga tidak perlu membawa Kakak...
"Jadi, K.K itu adalah Kartu Keluarga ya Mi? Kirain aku K.K itu adalah Kakak?!":)
Baca selengkapnya ...
Posted by
Umi Rina
at
08:57
5
comments
Labels: The Machdi's, The School and Soccer
Sunday, 4 October 2009
Main Bola Lagi!!!
Alhamdulillah...setelah tertunda selama dua bulan lebih, akhirnya si sulung hari ini resmi ikutan lagi tim sepakbola di Jakarta. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya pilihan si sulung Amr jatuh di tim sepakbola Sekolah Sepak Bola Jayakarta, yang berlokasi di wilayah Gelora Ragunan, Jakarta Selatan.
Ada beberapa kelompok umur di sekolah ini, dan untuk Amr masuk dalam kelompok umur 10-12 tahun. Peserta yang ada di kelomnpok ini ternyata lumayan banyak, dan terlihat bahwa jumlah pelatih yang hanya 3 orang agak kewalahan. Bahkan sang Kepala Sekolah pun, H. Memed Permadi ikut melatih.
Ada pemandangan yang sangat berbeda pada latihan minggu pagi ini. Hujan deras yang mengguyur wilayah Ragunan beberapa hari ini membuat kondisi lapangan tanah berumput itu 'becek' total. Alhasil, para pemain diminta untuk melepas sepatu masing-masing, dan mereka berlatih dengan tanpa alas kaki, alias bertelanjang kaki.
Awalnya, Amr sempat bingung dan ragu untuk melepas sepatunya. Maklum saja, ini sangat berbeda dengan kebiasaannya sewaktu di Azuma Soccer Club dulu. Namun setelah beberapa lama, dan pemain yang lain melakukan hal yang sama, akhirnya Amr melepas sepatunya dan menjadi biasa dengan kaki telanjangnya...^-^
Walaupun dalam banyak hal Sekolah Sepak Bola Jayakarta sangat berbeda dengan Azuma Soccer Club, ada satu hal yang tentunya paling menentukan, yaitu semangat dan disiplin tinggi dari para pesertanya, termasuk si sulung Amr. Sekolah sepak bolanya boleh dimana saja, tetapi kualitas pemain paling ditentukan oleh diri si pemain.
Amr kun Ganbatte kudasai!!!
Baca selengkapnya ...
Posted by
Umi Rina
at
18:17
7
comments
Labels: The School and Soccer