Senin, 09 Februari 2009

Pet or Kid?

Di sebuah taman bermain, di salah satu kota besar di negeri matahari terbit. Dulu, banyak para ibu mendorong kereta bayi, saling bersapa, dan berbicara tentang bayi-bayi mereka. Sekarang, banyak para ibu menggenggam tali pengikat hewan peliharaan mereka sambil sesekali berlari kecil mengikuti peliharaan mereka itu...

Terkesan sebuah kewajaran, tetapi sesungguhnya ada sebuah pergeseran nilai, dulu dan sekarang. Ada pergeseran pola pikir dan pola pandang tentang 'Anak' dan 'Hewan Peliharaan'.

Menurut seorang teman yang pernah meneliti tentang hal ini, banyak para ibu disini berpendapat bahwa mereka lebih memilih untuk memelihara seekor anjing daripada memelihara seorang anak. Mengapa? Karena seekor anjing bisa diperlakukan sekehendaknya daripada seorang anak. Memelihara anak adalah suatu hal yang merepotkan!

Mereka bahkan rela mengeluarkan sekian banyak biaya, mulai dari 'pet diapers', 'pet food', 'pet tools', 'pet bed', 'pet bath', sampai pada 'pet stationaries' untuk seekor hewan peliharaan (yang umumnya adalah anjing). Dan bila dikalkulasikan, biaya bulanan untuk seekor anjing jauh lebih mahal daripada biaya seorang anak manusia.

Saya pribadi melihat hal ini sebagai suatu keprihatinan. Jika pemikiran ini terus terpatri dan menjadi pemikiran yang dibenarkan secara umum, bukanlah tidak mungkin suatu saat nanti akan terjadi kelangkaan 'anak manusia' bahkan mungkin kepunahan. Dan lebih jauh lagi, kelangsungan sebuah bangsa akan terancam...

Bagaimana menurut Anda, pilih Anak atau Anjing???

8 komentar:

Erik mengatakan...

Pandangan mereka spt, berarti merupakan proses regenerasi. Bisa putus mata rantai manusia jika semua orang berpikiran spt itu. Bahkan bisa jadi jumlah anjing jauh lebih banyak daripada manusia.

sii melyn mengatakan...

Ya anak d0ng mi.
Memang menjadi ibu itu perlu kecerdasan tingkat tinggi. Ga cuma cerdas otak tapi jg hrus cerdas secara em0sional. Mungkin ini yang bikin banyak perempuan lebih memilih punya peliharaan daripada punya anak.

Tapi menurut ana pribadi, disitulah seninya menjadi ibu.

iam mengatakan...

semoga bukan diartikan anak=pet.

Atca mengatakan...

walah walah..
ngga jelas nih heuheheheh
ya jelas anak dong Umi...
terus terang aku ngga mudeng dengan pandangan yang pilih anjing dari pada anak manusia..
sudah kemana ya rasa kasih sayang mereka?? masak anak manusia disamakan anjing..
btw aku juga sering prihatin kalo melihat daftar belanjaan orang2 yg memelihara hewan itu..begitu besar cosnya untuk hewan ..sedang manusia saja banyak yang kelaparan..

Lyla mengatakan...

wah.. kadang pelihara anjing biayanya lebih mahal daripada biaya anak...

Li mengatakan...

jelas manusia umi....
tp aq jg suka anjing hehehehe...

elzenz mengatakan...

Terkesan sebuah kewajaran, tetapi sesungguhnya ada sebuah pergeseran nilai, dulu dan sekarang. Ada pergeseran pola pikir dan pola pandang tentang 'Anak' dan 'Hewan Peliharaan'."

Apakah pergeseran ini bisa disamakan dengan penggantian "mesin ketik" dengan "komputer"?

umi rina mengatakan...

@Elzenz :
'Mesin ketik' ke 'Komputer' sama seperti 'Kompor Minyak Tanah' ke 'Kompor Gas', tapi apakah sama dengan 'Anak Manusia' ke 'Anak Anjing'? :)

Dalam hal mesin ketik ke komputer, ada pergeseran nilai pakai, nilai ekonomis,nilai teknologi. Dalam hal Anak manusia ke Anak anjing, ada pergeseran nilai sosial, nilai ekonomis, dan yang terpenting adalah nilai religi(ibadah)yang sayangnya tidak mereka ketahui.

Semoga nyambung nich jawabannya... :)