Sabtu, 14 Maret 2009

Lorong-lorong Pasar



Hari sudah senja saat kami memutuskan untuk singgah di sebuah pasar tradisional Ameyoko, tepat di seberang jalan dari stasiun kereta Ueno. Ini pertama kalinya buatku, dan membuatku sangat antusias untuk melihat pasar ini lebih jauh.

Begitu banyak jenis barang-barang yang ditawarkan. Ada berbagai jenis pakaian, sepatu, kain, dan yang paling banyak dijajakan adalah jenis makanan laut dan rempah-rempah. Rempah-rempah inilah yang membuatku penasaran, karena khabarnya, di pasar ini terdapat sebuah toko yang dimiliki oleh seorang warga dari negeri asalku, dan menjual berbagai jenis rempah dan komoditas lainnya yang sangat sulit untuk didapatkan di kota tempatku tinggal.

Jalan di pasar ini begitu ramai, semakin malam semakin padat saja pengunjung di pasar ini. Untuk berjalan saja, kami harus berdesak-desakan, dan harus saling bergenggam tangan agar tak terpisahkan satu dengan lainnya.

Sibuk kami mencari toko yang kami tuju, menengok ke sisi kanan dan kiri di sepanjang jalan. Tak terasa, jauh sekali sudah kami berjalan, dan yang terasa adalah lelahnya kaki kami berjalan. Sejenak kuhentikan langkah untuk beristirahat. Kupandangi sekeliling, namun toko yang kami tuju tak juga terlihat.

Aku hampir putus asa, hatiku memohon untuk menghentikan langkah cukup sampai disini. Rasanya harapku untuk menemukan toko itu diantara ribuan toko yang berjejer tak berbeda satu dengan lainnya, dan inginku untuk membeli rempah-rempah dari kampung halaman sebagai penawar rasa rinduku, sirna sudah terhalau rasa lelahku...

"Ayo jalan lagi, sebentar lagi juga sampai...sepertinya...", suara itu membangkitkan semangatku. Ku langkahkan lagi kedua kakiku, manapaki lorong pasar yang penuh sesak oleh manusia dan asap masakan yang menyengat hidung. Asap masakan yang paling menggangu adalah asap dari kebab hewan yang dipanggang dalam keadaan utuh, dari jenis hewan yang tidak aman aku konsumsi pula...

Semangat!!! Batinku berkata... Apa yang sudah dimulai, harus dituntaskan!!! Aku kembali melangkahkan kaki dengan penuh semangat. Namun kembali aku terhenti di persimpangan lorong jalan, masih tak juga kulihat apa yang kucari...

"Gimana??? Masih jauh???", tanyaku. "Hmmm, nggak tahu juga ya, coba aja jalan terus...", balasnya. Hmmm, yang begini ini sebenarnya aku tidak suka, tak ada kepastian. Tapi bukankah hidup ini memang tak pasti namun tetap harus dijalani???

"Anggap aja sebuah petualangan, dinikmati aja sambil melihat-lihat, kapan lagi bisa mengalami yang seperti ini???" tambahnya. Ehm, benar juga, kapan lagi mengalami yang seperti ini, sebuah babak 'petualangan di lorong pasar', bagus juga kedengarannya ya??? batinku berbisik...

Kulanjutkan lagi langkahku melewati lorong-lorong ramai. "Yap, belok ke kanan trus ke kiri, toko kedua sebelah kiri, itulah tokonya," ujarnya memberi petunjuk. Waaah, senangnya...sudah sampai!!! Dan benar saja, di toko ini begitu banyak rempah-rempah yang aku inginnkan, bawang merah, cabe merah, cabe rawit, lengkuas, sereh, daun jeruk, daun salam, ketumbar, kemiri, dan satu lagi yang paling diinginkan, tempe!!! Alhamdulillah...terbayar sudah lelahku untuk mencapai toko ini...

Di toko ini aku bertemu dengan beberapa kenalan dari negeri asal kami, yang dengan sengaja berkunjung ke toko ini untuk mendapatkan rempah-rempah penawar rindu, walau harus menempuh jarak dan waktu yang panjang. Ya, mengorbankan waktu, energi dan biaya, untuk mendapatkan apa yang menjadi sebuah tujuan.

Perjalanan pulang dari toko itu, sungguh terasa begitu singkat tidak seperti ketika mendatanginya. Hatiku begitu terpuaskan hingga tidak mempedulikan segala pemandangan yang kulalui di lorong-lorong pasar itu. Sesaknya manusia dan sengatan asap masakan yang tadi begitu mengganggu, kini tak kurasakan lagi. Semua berganti dengan keceriaan dan sudah terbayangkan apa yang akan kumasak sesampainya nanti di rumah...

10 komentar:

Didoy mengatakan...

emmmm...... pasar tungging nya ada juga ga ya??

ari ajah mengatakan...

emang lagi dimana sih mi? kyknya sy ketinggalan bgt nih..

brown sugar mengatakan...

Hehehehehe...dimana mana mang gitu kan Umi...kalo belum pernah ke suatu tempat baru kali pertama kan gitu ,terasa jauh...ntar giliran mo balik terasa cepet deeehhhh...
Btw pasar disana ama di indo beda kan Umi?...pasti disana pasarnya bersih trus rapi..ga kek pasar traditional indo...apa lagi kalo musim ujan pasti becek...huhuhu...
Udah becek mo pulang ga ada ojek lagi...jadinya capeee deeee....

teeka mengatakan...

Emang bau asapnya kek gimana Umi? *Bacanya bikin pengen muntah

Jadi beli rempah apa aja?

Erik143916 mengatakan...

Senang juga ketemu kawans dari tanah air ya

Penny mengatakan...

duh.. jadi pingin ke Jepang nih...
pingin liat langsung pasar jepang kayak gimana...
tapi doku nya ngga cukup, nabung berapa tahun ya.. baru bisa nyampek ke sana??

bunda mengatakan...

hahaha, begitulah rasanya jika menghendaki sesuatu. butuh perjuangan dan segala rasa sebal, kesal, dan teman-temannya yang bikin ngga enak mesti dilalui. Tapi setelah itu rasanya plong banget karena sudah berhasil melewati rintangan dan apa yg dikehendaki tercapai. Selamat ya Umi dengan perjuangan demi rempah2 bangsa dhewe'
mestinya sekarang sudah terbayar lelahnya kan.
salam hangat untuk anak-anak ya

* spring gini mestinya sakura sedang banyak ya umi

Vicky Laurentina mengatakan...

Waduh segitunya kangen sama bawang sampai dibelain merangsek-rangsek ke dalam pasar. Ini sebenarnya kangen sama rempah-rempah, atau kangen sama negeri asal rempah-rempah?

Anonim mengatakan...

Bonjour, amr1n4.blogspot.com!
[url=http://viagraes.fora.pl/ ] viagra [/url] [url=http://viagramedica.fora.pl/ ]vendo viagra [/url] [url=http://viagrasinreceta.fora.pl/ ]comprar viagra [/url] [url=http://farmaciaviagra.fora.pl/ ] viagra en espana[/url] [url=http://viagrafarmacia.fora.pl/ ] viagra [/url] [url=http://medicoviagra.fora.pl/ ]comprar viagra online[/url]

tablet pc 10 pulgadas mengatakan...

A great deal of useful information for me!