Kamis, 21 Mei 2009

Berkunjung Ke Rumah

Pola didik anak-anak sangat berbeda dengan pola didik anak remaja, bahkan orang dewasa. Mendidik anak remaja ataupun orang dewasa tentunya memiliki cara pendekatan yang berbeda dengan cara pendekatan yang diterapkan untuk anak-anak, seusia Yaser khususnya.

Untuk anak-anak usia Yaser, berkisar 4-5 tahun, pendekatan yang diterapkan adalah pendekatan individu, terlebih masing-masing individu anak memiliki keunikan tersendiri, tidak bisa disamakan satu anak dengan yang lainnya.

Pendekatan individu ini dianggap efektif untuk meningkatkan prestasi anak satu per satu, memotivasi anak untuk mengenal kemampuannya dan mengembangkannya. Berbagai cara dalam pendekatan ini bisa dilakukan oleh seorang pendidik, mulai dari mengenal si anak dari kebiasaannya, minatnya, hobbynya, dan sebagainya.

Untuk mengenal si anak lebih jauh, salah satu cara yang ditempuh pendidik adalah dengan berkunjung ke rumahnya. Setidaknya hal ini dilakukan di sekolah tempat Yaser bersekolah. Cara ini dianggap pihak sekolah bisa membantu pendidik untuk lebih mengenal si anak, membantu pendidik untuk melihat lebih dekat bagaimana situasi dan kondisi si anak di rumah yang dapat mempengaruhi kondisinya dan perkembangannya di sekolah.

Pada saat berkunjung ke rumah, bu guru akan menanyakan beberapa hal seputar kebiasaan anak, apa yang biasa dilakukan anak ketika pulang dari sekolah, apa saja yang digemarinya di rumah, apa yang ditnton si anak, dan mmasih banyak lagi. Durasi kunjungan ini hanya memakan waktu sekitar 15 menit.

Bagi saya pribadi, berkunjung ke rumah ini agak kurang nyaman, serasa 'privacy' kita terganggu. Namun dengan memahami sasaran yang diharapkan dari pihak sekolah, hal ini menjadi bagian yang penting untuk bisa bersama-sama menggali, memotivasi, meningkatkan dan mengembangkan kemampuan anak. Semoga ya...

7 komentar:

Erik mengatakan...

iya umi, di tempat saya juga ada acara kunjungan ke salah satu rumah murid tiap bulannya.

Yannie mengatakan...

Mudah2an hal yang positif akan lebih di dapat dari kegiatan itu,yang menurut saya unik karena jarang atau mungkin tidak dilakukan di sekolah TK di negeri sendiri...Ok,Yaser Kun gambatte ne...

pen mengatakan...

bener itu Umi, waktu gurunya anak2 main ke rumah, saya juga sempat merasa kurang nyaman gitu. tapi karena memang aturannya seperti itu ya.. apa boleh buat...

penny mengatakan...

maaf umi, salah pencet.. jadi belum lengkap :-D

donalduck mengatakan...

berkunjung ke rumah? waw... tapi ga papa kan mi, kan demi perkembangan d'Yaser juga...

*hehe orang bugis juga to umi.. panteess...*

Pensil mengatakan...

Wah, gurunya perhatian banget.

Tenang Umi, meskipun ini agak menggangu privasi. Mudah2an dengan kunjungan bu guru akan lebih mudah mengenal proses perkembangan sosioemosional. Sehingga dengan perlakuan yang tepat, perkembangan sosioemosional anak juga akan berkembang secara optimal, menjadi yang terbaik. Amin...

Ini juga termasuk sarana untuk meningkatkan dan mengembangkan kemampuan anak loh. Fina harap seperti itu.

Bang Irwan mengatakan...

Hmmm... saya kira sukses pendidik memang sangat ditentukan pd sejauh mana ia menegnal secara persoanal anak didiknya. Sebab many thing yg hrs diperhitungkan, spt kecenderungan belahan otaknya, habitnya, learning environment nya at home... itu semua sangat important to knowing by the teacher... :) (bhs inggrisnya asal...) hehehhe