Senin, 08 Juni 2009

Anak dan Masa Depan...

Berawal dari sebuah pertemuan dengan para orang tua murid kelas Tanpopo, kelasnya Yaser kun beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan ini, kami para orang tua saling berkenalan, saling berbagi dan bertukar pengalaman dalam hal mendidik dan membesarkan anak, dan tentunya dari berbagai sudut pandang yang dimiliki oleh masing-masing orang tua.

Tiap-tiap orang tua memailiki latar belakang keluarga dan pendidikan yang berbeda. Ada yang berlatar belakang ilmu kesehatan, ilmu kedokteran, ilmu ekonomi, ilmu sosial, ilmu ketrampilan, ilmu keguruan, ilmu eksakta (matematika), dan sebagainya. Dan dengan latar belakang pendidikan yang berbeda itu, rata-rata para orangtua tersebut juga memiliki karir yang bagus di bidangnya.

Dari sekian banyak perbedaan itu, ada satu hal yang penting dan sama, yaitu bagaimana mereka memilih untuk berhenti dari dunia karir mereka dan memutuskan untuk berkarir di rumah, berkarir di dalam keluarga, berkarir mengurus suami dan anak-anak.

Ada sebuah pola yang menarik disini, bahwa mereka sekolah sampai sekolah tinggi, bekerja dan berkarir sesuai dengan bidangnya, dan pada satu titik ketika mereka telah berumah tangga dan memiliki anak, mereka akan berkonsentrasi penuh di rumah dan sepenuhnya berbakti kepada keluarga, terutama adalah anak.

Memilih berkarir di rumah, di mata mereka bukanlah pekerjaan yang mudah. Sedemikian luar biasanya pekerjaan seorang IBU, maka mereka memutuskan berkonsentrasi penuh di rumah. Dan mereka bangga dengan pilihannya itu.

"Mengandung, melahirkan, membesarkan dan mendidik anak adalah sebuah anugerah, sebuah tanggung jawab yang tidak bisa diberikan kepada orang lain. Adalah kami, ketika anak-anak bisa berhasil di kemudian hari, dan adalah kami, ketika mereka mengalami kegagalan di masa depan."

Demikian prinsip yang dikemukakan mereka, sebuah prinsip yang sangat baik. Prinsip yang sesungguhnya telah ada dan diletakkan di dalam Islam, bahwa "setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci, orangtuanyalah yang menjadikannya Nashrani, Yahudi atau Majusi."


Menjadi seorang Ibu dan berkarir di rumah bukanlah hal yang memalukan dan menjadi pilihan terakhir. Namun berkarir di rumah, menjadi seorang Ibu yang terbaik bagi anak-anak adalah pilihan yang sangat mulia. Di tangan ibulah diletakkan dasar-dasar kepribadian seorang anak, dan di tangan seorang ibulah masa depan anak dimulai.

"Ketika mati seorang manusia, maka putus darinya segala amalannya, kecuali 3 perkara, yaitu shodaqoh jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak yang mendo'akannya."
(HR. Muslim dari Abi Hurairah)

8 komentar:

Erik mengatakan...

Saya salut dengat teman-temannya Umi... dan saya sangat setuju dengan prinsip mereka.

Makanya regenerasi mereka unggul-unggul ya. Karena Ibunya memang sangat memperhatikan anak-anaknya. Mereka rela melepaskan karirnya demi anak-anaknya

penny mengatakan...

orang sering meremehkan pekerjaan sbg IRT, padahal itu adalah pekerjaan yg sungguh mulia.
Ya.. saya memang pernah dengar dan baca bhw di Jepang para ibu rela totally konsentrasi utk anak dan rumah tangganya.

Salut deh.. buat mereka...
begitu pula dengan umi, semoga menjadi Umi yang baik buat anak2 ya.. amin..

donalduck mengatakan...

mmm mungkin klo udah merit punya anak...bisa ga sy mutusin gitu juga ya...secara sblm lulus sampe detik ini,sy kerja terus. membaca postingan ini dan beberapa waktu yg lalu ttg Fatimah r.a dan Rasullullah SAW... isinya surga terus.
semoga umi bisa jadi umi yang sholeha.. amin.

kawanlama95 mengatakan...

ya memang idealnya seperti itu.ya moga setiap laki2 di beri kemudahan untuk mengais rezeki .sehinga istri bisa mengerjakan rumah tangga yaitu mendidik anak2nya dirumah. Amien

Hamster Copo mengatakan...

Karena itulah kenapa surga ada ditelapak kaki ibu itu dikarenakan perjuangan untuk keluarga..para suami hanya bisanya mengeluh kalo istri cuma enak--enakan dirumah kalo suami pulang dimintai uang belanja..tapi sebenarnya masih banyak rahasia yang belum terungkap pada istri yang hanya mati dan hidupnya demi keluarga

Hamster Copo mengatakan...

Salam kenal dari Hamster yang imoet nan lucu ini kapan--kapan kalo ada waktu mampir kekandang aku oke...

Hamster Copo mengatakan...

oia kapan–kapan mampir kerumah aku oke!! karena barusan aku buat kandang Hamster Copo,,penasaran donk bagaimana bentuknya?? makanya cepet datang kerumah aku yang jelas imoet tapi jangan dilihatin saja,,juga dikasih makan (gampang kook tinggal klik saja dikandangnya) kalo enggak dia ngambek lho

Dexter mengatakan...

Apa kabar Bu? Sudah lama rasanya tidak mengunjungi beranda ini, sekarang aku sudah kembali.. Doakan akan tetap begini lagi...

Tulisannya makin banyak dan asyik.. hikhik... aku ketinggalan nih..

Maaf.