Jumat, 07 November 2008

Daging Asam Padeh



Dingin-dingin gini, enaknya makan yang hangat berkuah. Kebetulan ada daging with bone yang Abi beli beberapa hari lalu, pas dech buat dibikin Asam Padeh....*slurp..*



Ini resep turun temurun dari Bunda, rasanya rame, manis, pedas, asam, sueger dech...
Biasanya rasa asamnya dari belimbinng waluh, secara di rumah tinggal metik. Berhubung disini nggak ada, aku ganti asam kandis yang baru dapat dari teman.
Yuk, langsung masak....!

Bahan :
1 bks daging with bones (1 kg)
10 buah cabe merah, haluskan, bisa ditambah buat yg suka pedas
3 buah bawang merah, haluskan, bisa ditambah (punya saya habis)
5 siung bawang putih, haluskan
3 buah kemiri bakar, haluskan
2 cm jahe, haluskan
5 lembar daun jeruk
1 btg sereh, ambil putihnya, memarkan, ikat
3 btr asam kandis
5 buah tomat mini, haluskan (biar warna merahnya keluar)
1 sdm cabe bubuk
garam dan gula secukupnya
air untuk merebus secukupnya

Cara Membuat :
1.Cuci bersih daging, masukkan panci, tambahkan air, rebus sampai setengah empuk.
2.Angkat daging, potong sesuai selera (yang melekat di tulang nggak usah dipotong).
3.Masukkan kembali ke dalam air rebusan, tambahkan semua bumbu kecuali asam kandis.
4.Biarkan sampai kuah memerah, aroma bumbu merebak, tambahkan asam kandis.
5.Biarkan kuah agak susut dan mengental, daging empuk, angkat asam kandis, matikan api.
6.Siap disajikan hangat bersama nasi putih hangat, taburi bawang goreng.

Kamis, 06 November 2008

Yaki Soba/Mie Goreng



Ini bentonya anak-anak hari ini. Bahan dasarnya 'Yaki Soba', bumbu dan tambahan isinya disesuaikan selera.
Langsung aja dech diolah...:)

Bahan :
1 bks Yaki Soba isi 3 bks, buang bumbunya
15 ekor udang ukuran sedang, kupas, belah punggungnya
2 btr telur
1 buah jamur Hokio, iris tipis
1 ikat sawi hijau, cuci, potong-potong
daun seledri iris kasar
1/2 btr bawang bombay, iris tipis
3 siung bawang putih, haluskan
1/2 sdt merica bulat, haluskan
2 sdm oyster sauce
3 sdm kecap manis
1 sdm meres garam
2 sdm minyak sayur

Cara Membuat :
1.Rendam mie dalam air panas sampai mie lentur, tiriskan, sisihkan.
2.Tumis bawang bombay dan bumbu halus sampai harum.
3.Tambahkan udang, tumis sampai matang.
4.Masukkan telur, acak-acak sampai matang.
5.Masukkan jamur, tumis sebentar.
6.Masukkan mie, garam, saus tiram dan kecap, aduk rata.
7.Tambahkan sawi dan seledri, aduk rata, matikan api.
8.Hidangkan bersama acar dan bawang merah goreng.

Rabu, 05 November 2008

'3-in 1'

Mendengar istilah ini, pikiran kita langsung berpikir tentang salah satu peraturan pemkot DKI yang diberlakukan pada 'working hours' di jalur-jalur utama kota megapolitan tersebut.

Istilah ini sebenarnya, pertama kali aku dengar dari seorang ulama jaman SMA dulu. Beliau bukanlah seorang ulama besar (mengingat postur tubuh beliau yang tidak besar...:) ), tetapi nasehat beliau sungguh mengena di hatiku...

'3-in 1' disini adalah 3 syarat syahnya sebuah amalan, yaitu :
1.Niat, bahwa dalam setiap amalan yang kita lakukan haruslah dimulai dengan niat. Niat adalah masalah hati, dan hanya diri kita dan Dia yang tahu.
2.Berilmu, bahwa setiap amalan yang dikerjakan haruslah bersandar pada ilmunya. Pernah terbayangkan bagaimana jadinya bila kita membuat kue misalnya, tanpa tahu sebelumnya bagaimana tata cara dan komposisi kue tersebut...hhmmm...
3.Beramal, bahwa apa-apa di muka bumi ini tidaklah akan ada artinya hanya dengan niat dan ilmu, tetapi haruslah diamalkan sesuai dengan niat dan ilmunya tadi.

Mungkin dalam keseharian kita, kita pernah melakukan ataupun mendengar hal-hal seperti :
"Aah, mau bikin kue ini nich buat ngaji, skalian promosi...", atau,
"Ayo nak, sholatnya begini caranya, kayak nenek dulu ngerjainnya begitu...", atau,
"Wah, aku sich ndak perlu sholat, yang penting khan niatku sudah sampai..."

Seandainya kita mau berpikir sejenak, apakah amalan yang kita kerjakan hari ini sudah sesuai dengan niat kepada-Nya? Apakah sudah sesuai dengan ilmu-Nya? Apakah sudah tepat dan benar caranya?

"Dan jangan mengerjakan kamu Muhammad, apa-apa yang tidak ada bagimu ilmunya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, tiap-tiap demikian itu akan ditanya." (QS.Bani Isra'il : 36)

"Dan demikian itu surga, diwariskan kepada kamu sekalian dengan apa-apa yang beramal kamu sekalian." (QS.Azzukhruf : 72)

"Sesungguhnya Alloh tidak memandang pada rupa ataupun harta kamu sekalian, melainkan Alloh memandang kepada hati dan amalan kamu sekalian." (HR. Muslim)