Kamis, 08 April 2010

31.03

Malam telah bergulir menapaki dini hari. Hening dan dingin terasa, ketika sesosok bayangan manusia samar berdiri di sisi ranjangku. Antara tersadar dan tidak, aku coba mengamati sosok itu. Tubuh yang tidak terlalu tinggi, baju koko putih dan kopiah yang melekat di tubuhnya, dan satu hal yang takkan mungkin kulupakan, perawakan wajahnya yang sangat ku kenal!!!

Ada senyum terukir di wajah cerah itu, senyum hangat penuh arti yang begitu kukenal...Jantungku berdegup sangat kencang, sekujur tubuhku mendadak dingin membeku. Aku mencoba mengumpulkan segala energiku untuk bangkit dari tempat ku terbaring, dan kucoba untuk meraihnya, ku mencoba untuk menggapainya...

"Kak...", lidahku tercekat dan aku terbangun. Tak ada siapapun disana. Adakah mimpi yang baru saja kualami? Semua begitu nyata, semua begitu jelas...Kulihat jam di dinding, tepat pukul dua dini hari. Segera ku bangkit dan melanjutkan rutinitasku mendekatkan diriku kepada sang Khalik.

Lepas maghrib berjamaah ketika kusampaikan apa yang ku alami kepada putra-putriku. Sejenak mereka terdiam, dan jawaban mereka membuatku tersadar. Yaa... tiga belas masehi sudah sejak 'kepulangan' sosok pemimpin dalam rumah tangga kami. Sosok yang dulu pernah menjadi tempatku bersandar dan berpegangan tangan menjalani bahtera hidup yang penuh tantangan. Sosok seorang 'Ayah' bagi anak-anakku...

Hidup memang tak selalu seperti apa yang kita 'mau'. Dan hidup tak selalu berjalan bersama. Jika kebersamaan kami 'kemarin' telah berubah dengan kebersamaan 'kini' yang berbeda, selayaknya aku takkan pernah henti bersyukur kepadaNya. Karena Dia telah begitu menyayangi aku dan keluargaku dengan segala hikmah yang ada di balik semua cobaanNya. Karena Dia selalu ada bagi manusia yang selalu mau bersyukur dan mendekatkan diri kepadaNya.

Dan bagiku, kehidupanku kini yang berbeda dengan kehidupannya disana hanyalah masalah ruang dan waktu. Adalah keputusanku untuk tetap menetapi jalanNya untuk bersama lagi dengannya di suatu saat nanti. Jika ia kembali di 31.03. di tiga belas tahun silam, disini aku akan menunggu... Aku akan menyambutnya, karena setiap yang hidup akan merasakannya...

"Setiap diri akan merasakan mati, dan mencoba Allah SWT pada kalian dengan kejelekan dan kebaikan sebagai fitnah. Dan pada Ku akan dikembalikan kalian." (QS. Al Anbiyaa : 35)

"Barang siapa yang beramal baik maka untuk dirinya dan barang siapa yang beramal jelek maka berat untuk dirinya. Dan tidak ada Rab mu menganiaya pada hambaNya." (QS. Al Fushilat : 46)

4 komentar:

Reni Dwi Astuti mengatakan...

Subhanallah umi...tetap berjihad untuk utk anak2 tersayang ya...salam sayang selalu

ducky mengatakan...

abis nulis trus baca ini..kok aku bawaannya sedih yah mi...

terimakasih umi udah ngingetin lagi, bahwa kita pasti kembali kepada Allah... smoga kita khusnul khotimah ya mi...amin Allahumma Amin...

Kantong Plastik mengatakan...

semangat umii..

hamaasa!!!

kira mengatakan...

semangat Mi'...
(padahal gak baca postingannya)
hehehehe