Tampilkan postingan dengan label The School and Soccer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label The School and Soccer. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Maret 2012

Medali Pencak Silat Pertama


Sejak melanjutkan studinya di tingkat SMP, si sulung, Amr, mulai bergabung dengan kegiatan ekstra kurikuler sekolahnya Pencak Silat Elang Putih. Pekan lalu adalah turnamen pertama yang diikutinya, dan Alhamdulillah, Amr berhasil merebut medali perunggu di kelas B tingkat pelajar SMP se-DKI Jakarta.

Tampaknya pencak silat telah menjadi pilihan yang menantang bagi si sulung. Pilihan ini telah membuat si sulung 'berpaling' dari soccer yang sejak kecil sudah memikat semangatnya.

Bagi kami orangtua, apapun pilihan si sulung, selama itu adalah hal yang positif, insya Allah pasti kami dukung. Dan besar harapan kami, bahwa si sulung tidak akan melupakan 'soccer'nya.

Selamat ya mas Amr!!! Terus semangat menggapai cita-citamu!!!

Jumat, 17 Juni 2011

Fair Game or For Gambling???

Turnamen Sepakbola Usia 12 DANONE The Nations Cup tingkat wilayah baru saja usai beberapa minggu lalu. Sayang, tim si sulung belum berhasil lolos ke tingkat provinsi. Bagi kami para orangtua dan tim pelatih, anak-anak sudah menampilkan permainan terbaik mereka. Dan yang terpenting adalah mereka menampilkan sebuah FAIR PLAY and FAIR GAME, yang selama ini hanya menjadi slogan semu dalam pembinaan PSSI Junior...

Turnamen Danone the Nations Cup ini bukan baru kali ini diselenggarakan. Bagi si sulung, tahun lalu ia juga sudah mengikutinya. Lucunya, peraturan yang diterapkan di tahun lalu dan tahun ini sungguh berbeda. Bahkan aturan yang disampaikan pada saat technical meeting dan pada saat pelaksanaannya, justru bertolak belakang!!!

Pada saat Technical Meeting disampaikan bahwa ketika permainan menemui titik seri atau draw, maka dilakukan tendangan adu pinalti, 3, 5, 7, dan 9 pemain. Kalau sampai 9 pemain masih terjadi nilai yang sama, baru dilakukan lempar koin untuk menentukan si pemenang.

Namun dalam pelaksanaannya, aturan ini tidak berlaku. Parahnya lagi, baru 3 pemain diadu tendangan pinalti, langsung dilakukan lempar koin. Tentu saja ini mengundang reaksi keras dari para tim pelatih dan orangtua dari masing-masing Sekolah Sepak Bola peserta.

Turnamen tingkat Junior ini selayaknya bersifat PEMBINAAN FAIR GAME bukan PEMBINAAN FOR GAMBLING. Seharusnya, di lini junior ini lebih dibina kemampuan individu anak ataupun kemampuan tim dalam bermain, bukan lebih diutamakan lempar koinnya.

Sejujurnya, MENANG bukanlah segalanya, karena dalam sebuah permainan pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Tetapi, alangkah ironisnya jika keringat semangat Sportifitas dan Fair Game anak-anak harus gugur dengan sebuah lemparan koin???!!!

Rabu, 09 Maret 2011

Main Bola Lagi!!!

Setahun lebih sudah sejak kepulangan kami ke tanah air dan sudah selama itu juga putraku yang kedua, Irham, absen dari olahraga kegemarannya SOCCER!!!
Bukan maksud kami mengingkari janji kami kepadanya, tetapi memang kondisi Irham yang kurang memungkinkan untuk main SOCCER di iklim yang kurang bersahabat dengan penderita asma...

Larangan "Tidak bermain bola" juga dikemukakan beberapa dokter yang menangani Irham. Mereka lebih menyarankan Irham untuk ikut olahraga renang yang bisa memberikan efek 'terapi' bagi penderita asma.

Dengan berat hati, Irham pada akhirnya mau mengikuti les renang privat di sebuah club renang di dekat tempat tinggal kami. Ia bahkan bersedia menggantungkan sepasang sepatu bolanya yang baru saja kami beli setibanya kami di tanah air...

Demam bola beberapa waktu belakangan ini ternyata telah membakar kembali semangat Irham untuk main bola lagi. Ia memutuskan untuk berhenti dari club renangnya dan beralih ke SOCCER. Walaupun sempat agak ragu dengan keputusannya, kini aku bisa bernafas lega. Setelah sebulan ini Irham bergabung di sekolah sepakbola yang sama dengan kakaknya, Amr, ia tak lagi mendapat keluhan asma!!!

Alhamdulillah...ternyata saran dari pelatih dan beberapa sahabatku telah terbukti. Dengan latihan olahraga yang menyenangkan bagi Irham, ia kini terlihat lebih SEHAT dan SEGAR.

Irham kun, ganbatte!!!

Senin, 12 Juli 2010

Second Winner!!!

Liburan sekolah dan Pila Dunia boleh saja berakhir. Tapi ada banyak momen penting di liburan kemarin. Walaupun liburan kemarin kami sekeluarga terpaku di kota Jakarta yang hiruk pikuk ini, tapi ada rasa bangga yang mengisi hati kami...

Musim liburan memang kental dengan musim turnamen sepakbola antar Sekolah Sepak Bola di wilayah Jabodetabek (Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi). Salah satunya adalah Turnamen Putra Agung sepekan yang lalu. Alhamdulillah, kali ini tim Amr U-11 dari Sekolah Sepak Bola Jayakarta berhasil meraih posisi Second Winner setelah dikalahkan tim SSB Persigawa Selatan. Di babak 8 besar tim Amr berhasil meruntuhkan harapan tim tuan rumah Putra Agung melaju ke babak semi final, yang sebelumnya tim tuan rumah ini mengalahkan si tim merah putih SSI Arsenal.

Seperti bola, permainan sepakbola tidak akan pernah dapat ditebak siapa yang akan menjadi juara. Tapi satu yang pasti, terus berusaha, berlatih keras dan berdoa adalah kunci dari keberhasilan...

Amr kun, omedetou!!!

Selasa, 01 Juni 2010

Enam Belas Besar Yang Berharga

30 Mei kemarin berakhir sudah turnamen sepak bola antar Sekolah Sepak Bola (SSB) se Jabodetabek U-10 dan U-12 memperebutkan Agum Gumelar Cup. Jika tim U-10 SSB Jayakarta berhasil menembus posisi delapan besar, tim U-12 SSB Jayakarta yang diwakili si sulung Amr dan teman-temannya harus puas di posisi enam belas besar...

Di enam belas besar sabtu lalu, tim Amr harus mengakui keunggulan tim Soccer School International (SSI) Arsenal dengan skor 3-0. Walaupun Amr dan teman-temannya sudah berusaha semaksimal mungkin, mereka harus mengakui bahwa lawan mereka lebih unggul dalam berbagai aspek. Tidak saja dari postur tubuh lawan yang memang warga keturunan jauh lebih besar, teknik bermain mereka yang mengandalkan operan-operan jarak jauh, membuat tim si sulung kewalahan untuk mematahkan serangan-serangan mereka.

Saat-saat terakhir pertandingan babak kedua, permainan si sulung harus dihentikan karena cedera yang dialaminya. Walau berat, sang pelatih harus meminta Amr untuk keluar lapangan. Dan di luar dugaanku, si sulung langsung menangis tertahan di pelukanku dan aku tahu itu sangat berat baginya...

Amr sudah bermain dengan baik, bahkan tendangan-tendangan kerasnya tak mampu menjebol gawang lawan yang terlindungi dengan baik oleh para defender Arsenal. Bermain bola memang bukan bermain sendiri, karena kekuatan dan kekompakan sebuah tim secara utuh akan sangat menentukan setiap gol yang dihasilkan. Ditambah lagi dengan stamina yang baik dari masing-masing pemain, juga kemampuan individu yang baik, sangat berpengaruh terhadap kelangsungan permainan bola sebagai permainan sebuah tim yang unggul.

Hari kemarin, Amr boleh saja menangis meluapkan segala kegundahannya. Tapi esok, masih ada kesempatan lain yang menunggunya dan teman-temannya melakukan evaluasi dan mengukir prestasi di turnamen-turnamen selanjutnya.

Walaupun tim si sulung harus kandas di enam belas besar, ada kepuasan tersendiri bagi Amr dan teman-temannya, bahwa mereka sudah melakukan yang terbaik dari yang mereka mampu, dan mereka bisa memetik banyak pelajaran dari kemenangan mereka yang tertunda.

Jika dulu pernah ada kemenangan "Bambu Runcing melawan Meriam dan Senjata Tajam", pastikan esok masih ada kemenangan "Singkong melawan Keju"!!!

Amr kun, ganbatte kudasai!!!

Senin, 26 Oktober 2009

K.K. = Kakak ?

Alhamdulillah...belum satu bulan sejak bergabungnya si sulung dengan klub soccernya, namun pelatih dan managernya sudah memilihnya untuk masuk ke tim inti SSB Jayakarta. Tim Inti ini punya jadwal latihan tambahan sendiri di hari sabtu, dan disini mereka yang terpilih mendapatkan perhatian dan latihan lebih khusus.
Tim inti ini juga nantinya akan diturunkan dalam berbagai kejuaraan ataupun turnamen-turnamen sepakbola junior.

Untuk masuk ke tim inti ini ada beberapa syarat administrasi yang harus dipenuhi. Si sulung harus mengumpulkan fotonya, fotocopy akte kelahiran, fotocopy raport, dan fotocopy K.K.

Pesan itu disampaikan sang pelatih kepada si sulung pada saat latihan. Anehnya, si sulung tidak memberitahu bahwa fotocopy K.K juga dilampirkan. Alhasil, ketika mengumpulkan, hanya si sulung saja yang tidak mengumpulkan fotocopy K.K.

Selidik punya selidk, ternyata si sulung tidak paham mengenai fotocopy K.K ini. Dalam benaknya, K.K yang dimaksud adalah Kakak, sementara ia merasa sebagai anak tertua sehingga tidak perlu membawa Kakak...

"Jadi, K.K itu adalah Kartu Keluarga ya Mi? Kirain aku K.K itu adalah Kakak?!":)

Minggu, 04 Oktober 2009

Main Bola Lagi!!!

Alhamdulillah...setelah tertunda selama dua bulan lebih, akhirnya si sulung hari ini resmi ikutan lagi tim sepakbola di Jakarta. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya pilihan si sulung Amr jatuh di tim sepakbola Sekolah Sepak Bola Jayakarta, yang berlokasi di wilayah Gelora Ragunan, Jakarta Selatan.

Ada beberapa kelompok umur di sekolah ini, dan untuk Amr masuk dalam kelompok umur 10-12 tahun. Peserta yang ada di kelomnpok ini ternyata lumayan banyak, dan terlihat bahwa jumlah pelatih yang hanya 3 orang agak kewalahan. Bahkan sang Kepala Sekolah pun, H. Memed Permadi ikut melatih.

Ada pemandangan yang sangat berbeda pada latihan minggu pagi ini. Hujan deras yang mengguyur wilayah Ragunan beberapa hari ini membuat kondisi lapangan tanah berumput itu 'becek' total. Alhasil, para pemain diminta untuk melepas sepatu masing-masing, dan mereka berlatih dengan tanpa alas kaki, alias bertelanjang kaki.

Awalnya, Amr sempat bingung dan ragu untuk melepas sepatunya. Maklum saja, ini sangat berbeda dengan kebiasaannya sewaktu di Azuma Soccer Club dulu. Namun setelah beberapa lama, dan pemain yang lain melakukan hal yang sama, akhirnya Amr melepas sepatunya dan menjadi biasa dengan kaki telanjangnya...^-^

Walaupun dalam banyak hal Sekolah Sepak Bola Jayakarta sangat berbeda dengan Azuma Soccer Club, ada satu hal yang tentunya paling menentukan, yaitu semangat dan disiplin tinggi dari para pesertanya, termasuk si sulung Amr. Sekolah sepak bolanya boleh dimana saja, tetapi kualitas pemain paling ditentukan oleh diri si pemain.

Amr kun Ganbatte kudasai!!!

Jumat, 24 Juli 2009

Azuma Soccer Club, The Last...


Setelah pada tanggal 17 Juli lalu merupakan akhir masa belajar Amr dan Irham di sekolah, pada tanggal 18 Juli merupakan hari terakhir dilangsungkannya latihan tim sepak bola Azuma Soccer Club.

Bergabung di Azuma Soccer Club bagi Amr dan Irham adalah pilihan yang paling membahagiakan. Disinilah keduanya mengukir prestasi dan juga menjalin persahabatan yang kental.


Bagi Amr sendiri, dengan bergabungnya di tim sepak bola ini membuatnya lebih kerasan menjalani hari-harinya di Jepang. Tidak saja menyalurkan bakat dan kegemarannya, tetapi Amr juga bisa belajar arti sebuah usaha keras, kerjasama, kekompakan, keuletan, persaingan yang sportif, dan begitu banyak hal positif lainnya yang telah menempanya.


Begitu pula dengan Irham, meskipun di usianya yang masih belia, ia telah belajar bagaimana membina sebuah kekompakan dan kerjasama di antara teman-temannya. Ia belajar bagaimana menggenggam erat tangan teman-temannya di antara tawa candanya bersama mereka.

Seperti pesan yang tertulis di omiyage (kenang-kenangan) dari pelatih dan teman-teman mereka :
Amr dan Irham, lanjutkan apa yang telah kalian mulai!!!


Buat para manager dan pelatih, doumo osewani narimashita...

Kamis, 23 Juli 2009

Sayonara : Azuma Shogakko...


Tanggal 17 Juli yang telah lalu adalah hari terakhir bagi Amr dan Irham bersama teman-temannya di sekolah Azuma Shogakko (SD Azuma), Tsukuba Science City, Ibaraki, Japan.


Sekolah yang telah memberikan banyak ilmu, banyak pengetahuan, banyak kenangan dan kebersamaan bagi kedua putraku. Sekolah dimana kedua putraku tidak saja melalui masa-masa sulit penuh peluh dan air mata, tetapi juga melalui masa-masa menyenangkan penuh haru dan bahagia.

Tiga tahun bersama bagi Amr dan 2 tahun bersama bagi Irham, bukan sebuah perjalanan yang sia-sia dan tak berarti, tetapi sebuah perjalanan yang akan memberi warna dan arti tersendiri bagi keduanya, juga bagi guru dan teman-teman yang ditinggalkannya...

Sensei to otomodachi, hontoni arigatou gozaimashita...

Jumat, 17 Juli 2009

Sayonara : Azuma Youchien...


Hari ini adalah hari terakhir Yaser bersama Maki sensei, Tomomi sensei dan juga teman-teman sekelasnya, Tanpopo Gumi. Layaknya anak seusia Yaser, tak terbersit sedikitpun kesedihannya meninggalkan kelasnya ini, karena dalam benaknya "he'll be back here very soon..."

Di antara keceriaan para murid, para guru dan orangtua muridlah yang paling merasa kehilangan. Walaupun baru bergabung selama tiga bulan setengah, namun kebersamaan itu menjadi bagian indah dan tak terlupakan dalam perjalanan hidup kami selama di Tsukuba.


Sebagai kenang-kenangan dari teman-teman Yaser dan juga Ibu Guru, ada sebuah buku album 'handcraft' yang berisi kesan dan memory teman-teman dan Bu Guru tentang Yaser selama bergabung di Tanpopo Gumi.


Tak ada yang menyangka kami akan segera kembali ke tanah air begitu cepat. Namun semuanya hanyalah rencanaNya yang harus kami jalani. Jika ada sebuah pertemuan, tentunya akan ada perpisahan, namun semua yang telah dilalui akan melekat di hati dan ingatan kami...

Tanpopo Gumi, ima made hontoni arigatou gozaimashita...

Sabtu, 11 Juli 2009

Natsu Matsuri Azuma Youchien


Agenda tahunan lainnya yang diselenggarakan sekolah Yaser kun, Azuma Youchien adalah Natsu Matsuri atau Summer Festival. Mengambil lokasi di Azuma Koen (Taman Azuma) dan diadakan pada hari jumat kemarin.

Dalam perayaan ini setiap anak mengenakan pakaian tradisional Jepang, bisa berupa jinbei seperti yang dikenakan Yaser dan Hasya, kimono, yukata ataupun happi.


Pada perayaan ini, Yaser dan teman-temannya sangat senang sekali bisa bermain memancing bola yoyo, memancing aneka mainan, memancing ikan yang terbuat dari origami, menembak para boneka obake (makhluk halus) dan permainan lainnya.


Dan bagi para orangtua, perayaan ini semakin menjalin keakraban para Ibu dan membina kekompakan. Natsu Matsuri ini sepertinya akan menjadi momen terakhir yang bisa dirayakan Yaser bersama teman-temannya di sekolah TK Azuma.

Minggu, 24 Mei 2009

Family Day



Salah satu agenda tahunan di sekolah Yaser adalah Family Day. Even ini diadakan sebagai ajang untuk mempererat tali kekeluargaan antara orangtua dan anak, khususnya adalah anak dan Ayah, yang kesehariannya sudah disibukkann dengan pekerjaannya.

Family day ini diadakan di tempat terbuka, di taman yang berada di dekat sekolah Yaser, Azuma Koen. Dalam acara ini dibuat beberapa jenis permainan seperti mencari jejak, mengumpulkan potongan puzzle dan mengumpulkan stiker sesuai dengan jenis tanaman yang ditemukan.



Setelah berhasil mengumpulkan seluruh potongan puzzle maupun stiker, anak-anak melaporkannya kepada Kepala sekolah, setelah itu dapat beraktifitas sesuai dengan minatnya, seperti bermain bola, bubble dan sebagainya.



Acara Family Day ini lumayan menguras keringat namun sangat menyenangkan. Buat Yaser sendiri, acara ini mengajarkannya mengenal jenis2 tanaman dan melatihnya untuk giat berusaha dalam mendapatkan sesuatu. Di akhir acara, masing-masing anak mendapatkan hadiah bubble bottles untuk dibawa pulang.
Yatta! Yatta!! Yatta!!!

Kamis, 21 Mei 2009

Berkunjung Ke Rumah

Pola didik anak-anak sangat berbeda dengan pola didik anak remaja, bahkan orang dewasa. Mendidik anak remaja ataupun orang dewasa tentunya memiliki cara pendekatan yang berbeda dengan cara pendekatan yang diterapkan untuk anak-anak, seusia Yaser khususnya.

Untuk anak-anak usia Yaser, berkisar 4-5 tahun, pendekatan yang diterapkan adalah pendekatan individu, terlebih masing-masing individu anak memiliki keunikan tersendiri, tidak bisa disamakan satu anak dengan yang lainnya.

Pendekatan individu ini dianggap efektif untuk meningkatkan prestasi anak satu per satu, memotivasi anak untuk mengenal kemampuannya dan mengembangkannya. Berbagai cara dalam pendekatan ini bisa dilakukan oleh seorang pendidik, mulai dari mengenal si anak dari kebiasaannya, minatnya, hobbynya, dan sebagainya.

Untuk mengenal si anak lebih jauh, salah satu cara yang ditempuh pendidik adalah dengan berkunjung ke rumahnya. Setidaknya hal ini dilakukan di sekolah tempat Yaser bersekolah. Cara ini dianggap pihak sekolah bisa membantu pendidik untuk lebih mengenal si anak, membantu pendidik untuk melihat lebih dekat bagaimana situasi dan kondisi si anak di rumah yang dapat mempengaruhi kondisinya dan perkembangannya di sekolah.

Pada saat berkunjung ke rumah, bu guru akan menanyakan beberapa hal seputar kebiasaan anak, apa yang biasa dilakukan anak ketika pulang dari sekolah, apa saja yang digemarinya di rumah, apa yang ditnton si anak, dan mmasih banyak lagi. Durasi kunjungan ini hanya memakan waktu sekitar 15 menit.

Bagi saya pribadi, berkunjung ke rumah ini agak kurang nyaman, serasa 'privacy' kita terganggu. Namun dengan memahami sasaran yang diharapkan dari pihak sekolah, hal ini menjadi bagian yang penting untuk bisa bersama-sama menggali, memotivasi, meningkatkan dan mengembangkan kemampuan anak. Semoga ya...

Jumat, 10 April 2009

Opening Ceremony



Alhamdulillah... akhirnya hari ini resmi sudah si kecil Yaser bergabung di Azuma Youchien (Taman Kanak-kanak Azuma). Hari pertama bergabungnya Yaser diresmikan dengan acara Nyu Gaku Siki (Opening Ceremony) dengan kehadiran para orangtua masing-masing murid.



Berbeda dengan di negeri sendiri, di Jepang sangat mementingkan acara pembukaan ini. Karenanya, baik para orangtua maupun para murid dianjurkan untuk mengenakan pakaian resmi, bahkan ada juga yang berpakaian tradisional Jepang.
Saya pribadi lebih nyaman dengan pakaian muslimah, kebetulan ada temannya juga yang berasal dari Pakistan.



Opening Ceremony hari ini dibuka dengan perkenalan kepada para guru, staf sekolah, dan juga dihadiri para pejabat bidang pendidikan tingkat kota Tsukuba. Para murid juga diperkenalkan dengan lingkungan sekolah terutama lingkungan kelasnya.

Untuk TK Kecil seusia Yaser (4-5 thn), dikelompokkan menjadi dua kelas yaitu kelas Sumire (jenis bunga warna pink) dan Tanpopo (jenis bunga warna kuning). Yaser dan temannya Abu Bakar, yang berasal dari Pakistan, termasuk dalam kelas Tanpopo.

Hmm, semoga dengan bergabungnya Yaser di lingkungan sekolah formal, semakin menjadikannya anak yang sholih, anak yang cerdas, yang mandiri, yang berbudi luhur, dan yang terpenting lagi bisa bersosialisasi dengan baik terhadap lingkungannya.

Yaser kun, ganbatte ne...:)

Kamis, 02 April 2009

Omoide...



Omoide atau dalam bahasa Indonesianya kenangan, selalu saja memberikan kesan yang berbeda bagi siapapun, tak terkecuali dengan anak-anak...

Kelas empat dan kelas satu bagi Amr kun dan Irham kun boleh saja telah berlalu, namun kenangan bersama guru dan teman-teman akan selalu terekam dalam ingatan mereka.









Dan satu hal yang akan selalu diingat, bahwa kebersamaan, kerjasama, persaudaraan, dan pembelajaran dari Ibu Guru dan teman-teman akan menjadi ilmu yang akan memberikan manfaat bagi Amr kun dan Irham kun.

Sensei to tomodachi, ima made arigatou gozaimashita...

Selasa, 24 Maret 2009

The Last Day



Hari ini adalah hari berakhirnya tahun ajaran sekolah Amr dan Irham, setelah selama satu tahun belajar bersama dengan teman-teman dan guru kelas empat dan kelas satu SD Azuma. Berakhirnya periode kelas empat dan kelas satu menandai akan segera dimulainya kelas lima dan kelas dua pada tanggal 8 April nanti.



Seperti halnya di Indonesia, di hari terakhir ini para murid mendapatkan laporan hasil belajar mereka atau rapot. Berbeda dengan di Indonesia, disini, hasil belajar murid diakomodasikan dalam bentuk uraian 'proses' belajar murid dalam tiap-tiap mata pelajaran yang diperoleh di kelas. Penilaian dipaparkan bukan dalam bentuk angka atau huruf, melainkan dalam katagori 'yoku dekiru' : benar-benar bisa, 'dekiru' : bisa, dan 'mou sukoshi' : sedikit lagi bisa.

Sama seperti di Indonesia, penilaian ini dilakukan dalam dua periode, semester satu dan semester dua. Alhamdulillah, Amr dan irham bisa mengikuti semua pelajaran dengan jauh lebih baik dibandingkan semester sebelumnya.

Harapan Umi, mudah-mudahan anak-anak dapat
terus mengikuti semua pembelajaran yang diberikan di sekolah dengan baik dan lancar, dapat bermanfaat bagi diri mereka dan sekitarnya... amiiin...

Buat Amr kun dan Irham kun, terus belajar dan berdoa yang rajin ya...:)
Abi, Umi, adik Yaser dan adik Hasya selalu bangga punya mas-mas yang hebat seperti mas Amr dan mas Irham...:)

Senin, 02 Maret 2009

Tugas Baca dari Irham



Tugas membaca di rumah ternyata tidak saja diperuntukkan bagi anak-anak sekolahan. Atau tugas membaca yang diberikan tidak selalu dari para guru kepada murid-muridnya. Tugas membaca ini juga bisa diberikan dari para murid kepada para orangtua.

Foto yang diambil diatas adalah salah satu tugas membaca yang diberikan Irham, putra keduaku, khusus buat Umi dan Abi. Buat Abi tentu saja tidak masalah, tetapi buat Umi yang membacanya masih 'dieja' *baca masih baru belajar*, perlu beberapa menit untuk menyelesaikannya...:)

Sebenarnya, ini bukan semata tugas membaca dari Irham, melainkan ada pesan yang ingin ia sampaikan kepada kami. Dan setelah kami selesai membacanya, kami sangat terharu dan bangga. Pada tampilan diatas, untuk point ketiga tertulis 'Sura-sura kanji masuta-zu' yang kira-kira berarti 'menguasai kanji' di kelas Irham adalah Irham dan tiga orang temannya. Selain itu, guru kelas Irham juga memberikan penghargaan kepada Irham dan temannya, Etsuji kun, untuk tampil di depan kelas sebagai pembaca susunan acara dalam acara 'Happyou kai' atau Opening Class di sekolahnya pada hari rabu lalu.

Acara Happyou kai ini adalah agenda tahunan bagi murid-murid tiap kelas sebelum mengakhiri masa belajar mereka selama satu tahun. Karena disini tidak mengenal sistem 'tinggal kelas', setiap murid bisa dengan uniknya menampilkan kemampuan mereka di bidangnya masing-masing. Acara ini juga bertepatan dengan Opening Class, dimana para orangtua bisa melihat dengan langsung bagaimana proses belajar-mengajar di sekolah, dan bagaimana si anak berinteraksi dalam proses belajar-mengajar tersebut. Dengan bgitu, para orangtua bisa lebih mengenal dan memahami suatu proses dari usaha sang anak, bukan semata hasil yang dicapainya.

Buat Irham kun, omedetou ne...!!! Umi dan Abi sangat bangga sama Irham.
Tambah semangat belajarnya, berlatihnya, dan sholatnya ya...:)

The Soccer Day



Bulan ini diawali dengan kesibukan yang luar biasa di club sepakbola anak-anak. Si sulung Amr dua hari berturut-turut mengikuti pertandingan 'Gakuen League' (Liga Kampus) dan 'Tsukuba Chuo Lion Cup' (Piala Lion Pusat Tsukuba) antar sekolah. Sementara Irham mengikuti pertandingan di kota tetangga, Ami machi, 'Ami Junior U7 Cup' yang diikuti sekolah-sekolah yang ada di wilayah Tsukuba, Ami, dan sekitarnya.



Benar-benar melelahkan buat kami para pendamping. Tetapi rasa lelah itu terbayarkan dengan melihat kegembiraan mereka, semangat mereka dan bagi si sulung Amr, ada kepuasaan tersendiri dengan mendapat gelar Juara Pertama dalam pertandingan 'Tsukuba Chuo Lion Cup'...:)

Alhamdulillah... satu prestasi lagi buatnya. Omedetou Amr kun!!!
Tetap semangat, disiplin, berusaha dan berdoa, insya Alloh prestasi akan dapat diraih.
Well done kids...:)

Sabtu, 14 Februari 2009

Haruno Yukidaruma...



Ini adalah salah satu judul dari ondoku (tugas membaca di rumah) dalam pelajaran kokugo (bahasa Jepang) bagi anak kelas satu, kelasnya Irham kun. Haruno Yukidaruma dalam bahasa Indonesianya adalah Boneka Salju Musim Semi (Haru = Musim Semi, no adalah kata sambung , Yukidaruma = Boneka Salju).



Tugas membaca dengan judul ini diberikan di bulan Februari yang bertepatan dengan pergantian musim di Jepang, dari musim Fuyu (Winter=Dingin) ke musim Haru (Spring=Semi).

Yukidaruma yang biasanya dapat ditemui dan diajak bermain oleh anak-anak di musim Fuyu, akhirnya harus menghilang di musim Haru. Dan di musim Haru ini, semerbak dedaunan dan bunga-bunga sakura yang mulai bersemi akan segera menggantikan kepergiaan Yukidaruma, memberikan keceriaan baru di hangatnya mentari.

Hangatnya hari ini di kota Tsukuba, kota tempat kami bermukim, menandakan musim Fuyu telah berlalu dan berganti dengan musim Haru...
Musim yang baru, penuh kehangatan dan semangat. Ayo semangat!!!

Kamis, 12 Februari 2009

Kalender Buatan Sendiri



Membuat Kalender sendiri adalah salah satu pelajaran yang diajarkan dalam mata pelajaran Zukou (Ketrampilan Sekolah), mulai dari kelas satu sampai dengan kelas enam. Tentunya dengan teknik dan bahan yang berbeda di tiap-tiap level kelas.



Kalender kelas empat, yang dibuat Amr kun, sepertinya terlihat sederhana. Namun dalam pengerjaannya membutuhkan ketelitian dan kehati-hatian yang tinggi. Teknik yang digunakan adalah mengukir lukisan diatas sebuah papan kayu berbentuk persegi, memberi warna pada lukisannya, setelah itu mencetaknya di atas kertas kalender yang sudah dirancang khusus dari sekolah. Lukisannya sendiri bertema bebas, tergantung kepada minat masing-masing siswa. Hasilnya terlihat pada foto pertama.

Sedangkan untuk kalender kelas satu, yang dibuat oleh Irham kun, adalah kalender dengan teknik menggambar langsung pada lembaran kertas putih, mewarnainya dengan crayon dan menulis setiap angkanya dengan spidol. Terkesan sederhana, namun membutuhkan pemikiran yang tidak main-main bagi seorang anak kelas satu.

Setelah kalender masing-masing kelas telah selesai, kalender ini dipajang di depan kelas masing-masing baru kemudian dibagikan ke masing-masing siswa untuk dibawa pulang. Sebagai penghargaan atas hasil karya mereka, kalender ini dipajang di dinding rumah, dan sekarang dipajang di blog ini.
Keren khan??? :)

Apapun hasilnya, karya sendiri jauh lebih berharga dan bernilai. Ada sebuah proses pembelajaran yang takkan terlupakan... :)