Tampilkan postingan dengan label The Machdi's. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label The Machdi's. Tampilkan semua postingan

Minggu, 03 Oktober 2021

Life is Like a Movie: My Family



We keep this love in a photograph
We made those memories for ourselves
Where our eyes are never closing
Hearts are never broken
Time is forever frozen...

(Ed Sheeran, Photograph)


Jumat, 23 Oktober 2020

Memoir: Winter Breeze



A cold and windy air was greeting me and my kids when we arrived at the Narita Airport. I looked around, and found no one I knew. The kids: Amr, Iam, and Yaser looked wonder on how huge the airport. "Wow, it's a great great airport. Is it Japan, Abi?" Abi nodded to Yaser. We all laughed, and Abi asked us to continue our walk. Yaser was sitting at the trolley with Abi was driving it. Meanwhile, I was holding my little girl 'Aca' whom looked so pretty with her pink blush on her cheeks. She must be very cold in the winter breeze.
 
After a long walk and took a small integrated train from one building to another building, we finally came out from the airport. Abi called someone, and a few minutes later a man with Indonesian profile showed up. He welcomed us and hugged Abi. Abi introduced him as one of the Indonesian researcher in our destiny town, Tsukuba Science City. He had been there for 9 years with his family. He told us, it took about 1 hour from Narita to Tsukuba City. He was driving the car while telling us about everything he knew about the city we would live in. He seemed to be our tour guide and it was really helpful for us. He told us that he had 4 kids too and promised me to introduce his wife and kids to me and my kids. My kids were falling a sleep along the journey when finally we arrived at the university dormitory, Ichinoya Residence

Actually, Abi had lived here for 6 months. Abi had to join a Japanese language course as one of the scholarship's requirements to study in Japan. After Abi completed his course, he came back to Jakarta to pick us up. So then, there we were, accompanying Abi to succeed his study in Doctoral degree of Computer Science. It would take about three years to accomplish the program, and I and my kids would be there to support Abi as one solid team, one for all and all for one. 

Two weeks after the arrival, and those days were the toughest period in our lives. I and my kids had to adapt and adopt every new habits and rules. Every morning, I and Abi had to prepare breakfast together for the kids, since we only had an altogether kitchen in one floor. At night, Abi had to wash our clothes while I washed the dishes. Meanwhile, Amr the oldest, had to take care of his brothers and little sister. Abi had to go to campus every morning from 8 am to 7 pm or even 11 pm. He really worked hard for his study, like he always did for all his work and his responsibilities. He taught us to be responsible for everything we had, as the gratefulness to the Lord, and to anyone who believed us. 

Two weeks of the survival, my oldest son got sick. He got cold and fever. I had tried to give him a medicine that we brought from Indonesia, but it didn't work. I was getting worried, then I texted Abi to come home soon. At around 7 pm, Abi arrived home. He looked worried, but then he said that Amr would be fine for the fever was decreasing. It was around 9 pm when all the kids fell a sleep. Abi looked really tired so I asked Abi to have rest and let me doing the washing. Abi refused to do that, and as usual,  we did it together. Abi told me that he had something to tell me about his lab and his 'Sensei'. "I asked a permission to my senior sensei this afternoon. I officially looked towards him, then I told him that our oldest son was sick. Do you know what did he say?" 

I kept on listening, and I could see and feel his disappointed on his face. "He said or more like an order, I think. Imam san, you are here to study, not to take care of your children, or your family. Do you think you can succeed your study when you are busy with your family? Who does he think he is? I do really disappointed for what he said. Though, I told him firmly that I will succeed without ignoring my family, then I leave him." I rubbed Abi's back so gently while my tears were falling down on my cheeks. We hugged to each other, then I said, "I'm sorry...I didn't mean to disturb your study. I promise you that we are going to support you unconditionally. We will prove your sensei that you're going to be the best student he had ever known. Let us show him that your family is your biggest support to be a success person, here and after." Abi wiped my tears gently. He told me that I did not have to be worried. He always knew that he could count on me and kids, cause we were one team, for good...

It was November 2006. The sun was shining shyly, while the clouds were hanging around the Tsukuba san and the tip on the trees.  There was no snow in our first winter in Tsukuba; though, the temperature and the humidity were so low that could freeze our body. There was no snowball in our first winter in Tsukuba; though, the wind blew so cold that could freeze our tears. I knew that the journey would not be easy, yet a precious journey to struggle and to win the victory. It was the beginning of our journey to victory. It began in winter breeze.

Selasa, 14 Juli 2020

PPDB dan BoeDoet


Lepas shubuh ketika aku bergegas membuka laptop dan melakukan pengajuan akun untuk mengikuti proses PPDB DKI 2020. Yah, putra kami yang ketiga, baru saja menyelesaikan pembelajarannya di jenjang sekolah menengah pertama. Masih jelas ku ingat bagaimana ia meyakinkan aku dan Abinya untuk memilih sekolah berasrama di sebuah Pondok Modern di wilayah luar Jakarta, sebuah sekolah yang memadukan kurikulum Nasional dan kurikulum Boarding, khususnya mencetak generasi penghafal Al Qur-an.

Ku amati dengan cermat laman situs PPDB DKI 2020. PPDB kali ini sungguh berbeda, terlebih di masa COVID 19 yang melanda, semua harus dilakukan secara daring. Sungguh berbeda dengan masa-masa putra pertama dan kedua kami, tiga dan enam tahun yang lalu. PPDB kali ini pun menawarkan begitu banyak pilihan dan jalur pendaftaran. Bagi para lulusan siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP), mereka dapat melanjutkan ke tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Untuk pilihan jalur pun, antara SMA atau SMK terdapat banyak kemiripan, hanya berbeda pada jalur Zonasi dan RW Binaan, yang hanya terdapat pada jenjang SMA.

Setelah mendapatkan akun pendaftaran dan melakukan aktivasi akun, aku mulai melakukan pendaftaran putra ketiga kami melalui jalur prestasi non akademik pada jenjang SMA dengan bermodalkan sertifikat penghargaan Tahfidz tingkat Kabupaten. Walaupun putra kami juga memiliki penghargaan Lomba Rubic tingkat Provinsi, sayang kejuaraan ini bersifat eksibisi sehingga tidak memenuhi syarat untuk mengikuti jalur ini. Pada akhirnya, jalur prestasi non akademik ini tidak membuahkan hasil sesuai dengan harapan kami. Namun, hal ini tidak membuat kami putus harapan karena masih ada jalur-jalur lain yang bisa kami usahakan.

Sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan, kami mencoba jalur lain yaitu jalur Zonasi sesuai dengan domisili kami di wilayah Jakarta Selatan. Jalur ini ternyata tidak memberikan harapan besar bagi kami, terlebih dengan persyaratan usia yang menjadi pertimbangan utama. Pada jalur ini, pupus sudah harapan putra kami untuk dapat melanjutkan pembelajarannya ke tingkat SMA Negeri. Ada getar kecewa yang mendalam dari putra kami yang dapat kami rasakan. Ada rasa ketidakadilan yang kami rasakan pada PPDB 2020 jalur Zonasi kali ini.

Kami coba memahami bahwa syarat usia yang menjadi pertimbangan utama adalah sebagai langkah Pemerintah menggugurkan kewajibannya memfasilitasi anak-anak Wajib Sekolah yang putus sekolah atau dengan alasan yang lainnya. Namun, di sisi yang lain, kami menjadi berpikir, bagaimana mungkin Pemerintah memfasilitasi Wajib Sekolah bagi yang usianya maksimal 21 tahun, tetapi dengan mengabaikan para siswa lulusan SMP yang usianya terbilang muda tetapi sudah sangat ingin melanjutkan sekolah mereka ke jenjang SMA. Lantas, bagaimana pula dengan keberlangsungan pembelajaran di tengah-tengah para siswa dengan rentang usia yang cukup jauh, ada yang usianya normal di rentang 15-16 tahun, dengan siswa yang usianya 18-21 tahun. Wow, ini tantangan luar biasa bagi semua pihak, baik bagi siswa itu sendiri, guru, sekolah, dan tentunya orang tua.

Boleh jadi, Pemerintah perlahan akan mulai menghilangkan sekolah-sekolah favorit. Artinya, semua sekolah negeri akan memiliki standar yang sama, baik untuk kualitas sarana dan prasarana, maupun untuk kualitas guru-gurunya. Dengan standar yang sama, semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk menikmati semua itu sesuai dengan domisili mereka. Namun, semua itu butuh waktu, karena tentunya jumlah sekolah negeri harus dapat memenuhi jumlah siswa yang akan bersekolah. Perlahan, persaingan di tingkat SMP, SMA dan SMK akan dihilangkan sehingga akan muncul yang namanya KOLABORASI.  Bukan hal mudah, semua berproses, dan butuh waktu dan konsistensi. Setiap perubahan tentunya akan memberikan dampak, dan dampak terbesar pasti dirasakan oleh siswa. Jangan sampai perubahan ini hanya akan menimbulkan korban dari sistem pendidikan kita.

Lepas curahan kekecewaan dari putra kami, kami lanjutkan dengan diskusi serius tentang pilihan lain yang masih dapat kami usahakan. Setelah berdiskusi dengan kedua kakaknya, teman-temannya, dan berbagai informasi yang dikumpulkan, akhirnya putra kami memutuskan untuk mencoba jenjang SMK Negeri dengan jurusan Rekayasa Perangkat Lunak. Hampir larut malam ketika kami mendaftarkan putra kami ke jenjang SMK Negeri. Alhamdulillah, di hari terakhir, putra kami akhirnya diterima sebagai salah satu peserta didik di SMK Negeri 1 Jakarta atau yang terkenal dengan sebutan SMK BoeDoet, dengan jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL). SMK Negeri 1 Jakarta adalah SMK negeri tertua yang berlokasi di Jln. Boedi Oetomo, Jakarta Pusat. Oleh karena itu, nama SMK ini sering kali disebut dengan nama SMK Boedoet. SMK ini punya sejarah panjang yang bisa dibilang tak ada yang tidak tahu atau tak kenal dengan STM Boedoet? Yah, ada goresan suram tentang SMK ini, namun seiring waktu dengan perubahan nama STM menjadi SMK dan berbagai aturan ketat yang menyertai perubahan itu, SMK Negeri 1 Jakarta telah banyak mengalami perubahan positif. Prestasi demi prestasi telah diraihnya, dan semua terus berpacu dengan semakin canggihnya perubahan zaman dan teknologi.

Bagi kami, sungguh, sebuah pengalaman yang luar biasa di tahun ini, bagaimana perasaan kami begitu naik turun seperti sedang berada di dalam roller coaster. Semua yang terjadi pasti ada hikmahnya, sebagai pembelajaran hidup yang luar biasa. Sebuah pengalaman tentang PPDB dan BoeDoet.

Bismillah, satu perjalanan berakhir dan satu perjalanan lainnya baru dimulai.
Semoga dengan ridho-Nya, perjalanan ini memberikan semua yang terbaik dan terbarokah untuk kehidupan dunia akhirat mu...aamiin...πŸ™
Dengan bekal yang kamu miliki, jadilah yang terbaik dimanapun kamu berada...

#SMK Bisa! SMK Hebat!
#Sukses diraih bukan karena Dimana Kamu Belajar, tetapi Sukses diraih dengan Bagaimana Kamu Belajar.#



  

Selasa, 25 Agustus 2015

Another Passages...


Alhamdulillaahi Rabbil 'Aalamiin....

Setelah sekian lama tidak bisa meng-update blog ini, akhirnya hari ini saya bisa kembali mengisi lembaran-lembaran pada blog pribadi ini. Feel like breath again...
Tentu saja, ini atas perantaraan Abi yang mau mengutak-atik. Luv you full Bi... :)

Three years had passed and many things had changed. 
Seperti halnya dengan kehidupan manusia lainnya, setiap individu di dalam keluarga kami juga telah berubah, berkembang dengan segala pernak-pernik yang melekat di dalamnya.

Si sulung, M. Amir Fauzan Al Machdi, kini duduk di kelas XI-MIA-4 di sekolah menengah atas negeri favorit di lingkungan tempat tinggal kami. Ia yang dulu sangat hobi dengan sepakbola, kini beralih ke seni bela diri pencak silat, bahkan belum lama ini ia berhasil menjadi pemenang medali emas tingkat wilayah kota Jakarta Selatan. Jika dulu Amr ingin sekali menjadi seorang pemain sepak bola profesional, kini ia ingin sekali menjadi seorang penerbang profesional. 

M. Irham Naufal Al Machdi, putra kedua kami, kini telah duduk di kelas VIII di sekolah menengah pertama negeri favorit juga di lingkungan tempat tinggal kami. Si pendiam dan pemalu, tetapi sangat pandai dalam hal matematika dan seni ini, kini sedang mencoba hal baru dalam bidang ilmu bela diri pencak silat mengikuti jejak si sulung.

M. Yaser Syafa Al Machdi, putra ketiga kami, sekarang tidak lagi suka menangis. Ia kini sudah duduk di bangku kelas V sekolah dasar negeri di dekat tempat tinggal kami. Yaser yang dulu sangat pemalu, kini semakin tampil dengan percaya diri. Bakatnya dalam bidang seni electone, belum lama membuahkan hasil sebagai juara ketiga Yamaha Electone 2015 se-jabodetabek. Yang special, Yaser juga sangat rajin menghafal Al Qur-an. Dalam waktu dua bulan ini, Alhamdulillaah Yaser sudah bisa menghafal 1 juz. Cita-citanya sungguh mulia, ingin menjadi seorang mubaligh sekaligus menjadi profesor kimia.

Si bungsu, yang paling cantik tentunya, Zafira Hasya Machdi, kini telah duduk di bangku sekolah dasar kelas IV. Di usianya yang masih tergolong sangat muda, tentunya membuat Hasya mudah dipengaruhi oleh sekelilingnya. Alhamdulilaah, pengaruh terbesar kepada Hasya didapat dari kakaknya Yaser. Cita-cita Hasya yang begitu mulia, ingin menjadi seorang mubalighot dan dokter, membuat ia tidak ingin ketinggalan menghafal Al Qur-an seperti mas Yaser. Hasya selalu ingin bersaing dengan mas Yaser, walaupun sering kali kalau sudah asyik bermain, lupa dengan hafalannya... :)

Halaman-halaman kehidupan manusia akan terus berganti, dengan segala coretan dan tulisan. 
Apapun yang akan tertulis nantinya, semoga tulisan yang menghiasi halaman-halaman masing-masing individu di dalam keluarga kami adalah selalu yang terbaik dari Nya dan memberi berkah untuk diri kami sendiri, keluarga kami, agama kami, dan negeri dimana kami lahir dan dibesarkan...aamiin... 

Senin, 26 Maret 2012

Medali Pencak Silat Pertama


Sejak melanjutkan studinya di tingkat SMP, si sulung, Amr, mulai bergabung dengan kegiatan ekstra kurikuler sekolahnya Pencak Silat Elang Putih. Pekan lalu adalah turnamen pertama yang diikutinya, dan Alhamdulillah, Amr berhasil merebut medali perunggu di kelas B tingkat pelajar SMP se-DKI Jakarta.

Tampaknya pencak silat telah menjadi pilihan yang menantang bagi si sulung. Pilihan ini telah membuat si sulung 'berpaling' dari soccer yang sejak kecil sudah memikat semangatnya.

Bagi kami orangtua, apapun pilihan si sulung, selama itu adalah hal yang positif, insya Allah pasti kami dukung. Dan besar harapan kami, bahwa si sulung tidak akan melupakan 'soccer'nya.

Selamat ya mas Amr!!! Terus semangat menggapai cita-citamu!!!

Senin, 09 Januari 2012

Last Minute Holiday in Snowbay


Libur semester ganjil sudah hampir usai, sementara kesibukan Abi tak kunjung usai. Setelah sempat merencanakan untuk liburan ke Jogja di pekan terakhir liburan, rencana ini terpaksa harus diurungkan karena kami kehabisan tiket...

Re-schedule perjalanan ke Jogja lumayan menghibur hati anak-anak. Namun sebagai orangtua rasanya tidak adil bila liburan ini berlalu begitu saja tanpa kesan. Akhirnya setelah hunting *baca berselancar di mbah google* tempat-tempat liburan mengasyikkan di wilayah jabodetabek, pilihan kami jatuh pada dunia air SNOWBAY WATERTAINMENT TMII.


Selain karena lokasinya yang cukup dekat *tidak capek di jalan* dengan tempat tinggal kami, taman wisata air ini juga menjanjikan wahana-wahana mengasyikkan yang sangat digemari anak-anak. Sebut saja the Flash Bowl, Typhoon River, Hurricane, Cool Running, Wave Beach, Water Flow, Giant Bucket Water, dan beberapa taman air balita.


Walaupun sabtu terakhir di liburan ini diguyur hujan sejak pagi sampai menjelang malam, anak-anak tetap bisa menikmati keasyikkan mereka di SNOWBAY. Last minute Holiday in Snowbay ternyata bisa memberikan tawa ceria dan banyak cerita-cerita seru dari anak-anak... Alhamdulillah...:)

Kamis, 29 Desember 2011

Khitan


Alhamdulillah...satu lagi kewajiban kami sebagai umat Rasulullah SAW bisa kami gugurkan. Selasa lalu, Alhamdulillah, putra kedua kami Muhammad Irham Naufal Al Machdi yang berusia 10 tahun, akhirnya bersedia dikhitan dengan kemauan sendiri, tanpa paksaan.

Rencananya kami ingin mengkhitan putra ketiga kami juga, Muhammad Yaser Syafa Al Machdi, di usianya yang ke 7 tahun. Ini atas permintaan Yaser sendiri. Namun sayang, ketika berhadapan langsung dengan dokter dan alat-alat medis, Yaser kehilangan keberaniannya...

Ya, apapun keputusan Yaser, kami sangat menghargainya. Pilihan Yaser untuk menunda waktu khitannya, dan sebagai orangtua kami akan selalu mendukungnya. Mudah-mudahan dengan bertambahnya usia, Yaser akan lebih siap dan berani untuk menjalani salah satu sunnah Nabi ini...:)

Buat mas Irham, selamat ya Nak... Walaupun agak sakit, tapi kamu sudah bisa menggugurkan salah satu kewajibanmu sebagai lelaki muslim. Dan buat mas Yaser, semoga di lain waktu dan kesempatan, kamu bisa lebih berani dan siap untuk berkhitan seperti mas Amr dan mas Irham...:)

Jumat, 25 November 2011

Matcha 'Modified' Jeep Cake



Hari ini ada special request dari buah hatiku, Irham, di hari specialnya yang ke-10. Ia suka sekali dengan cita rasa dan aroma 'matcha', yang pernah begitu kental dengan keseharian kami ketika kami tinggal di negeri sakura...

Jika dulu kami mengenal 'matcha' sebagai minuman penyegar dan berkhasiat tinggi, kini kami menggunakannya sebagai salah satu bahan pembuat kue pengganti aroma coklat atau vanilla.

Dengan komposisi yang tepat, ternyata 'Matcha' Cake ini bisa menjadi pilihan buat anak-anak. Bahkan buat Hasya yang awalnya tidak suka dengan rasa pahit si bubuk teh hijau ini, sekarang Hasya justru bisa menikmatinya...:)

Bentuk kue ini permintaan Irham yang rindu kue jeep pertamanya made by Bunda Shinta, yang dimodifikasi oleh Irham sehingga menjadi Cute Jeep Cake...;)

MATCHA CAKE

Bahan :
3 putih telur, kocok kaku
185 gr butter
125 gr gula pasir
3 kuning telur
150 gr tepung terigu
15 gr tepung maizena
10 gr matcha (bubuk teh hijau)
1/2 sdt Baking Powder
50 ml susu cair

Cara Membuat :
1.Siapkan loyang yang dioles margarine dan dilapisi kertas roti, sisihkan.
2.Campur rata tepung, matcha dan BP, sisihkan.
3.Kocok butter dan gula sampai creamy, masukkan kuning telur satu per satu, kocok rata.
4.Tambahkan campuran tepung dan susu cair bergantian, aduk rata dengan spatula.
5.Tambahkan kocokan putih telur, aduk rata lagi dengan spatula satu arah dan perlahan.
6.Tuang adonan dalam loyang, oven sampai matang.
7. Keluarkan dari loyang, biarkan hawa panasnya hilang, siap dihias.

Minggu, 30 Oktober 2011

Urtikaria atau Biduran



Urtikaria atau lazim dikenal dengan Biduran adalah reaksi alergi pada kulit (dan mukosa)yang berbentuk bentol-bentol dan berwarna kemerahan akibat pembengkakan (ederma) interseluler.

Satu dari buah hatiku, Yaser, sudah beberapa kali mengalami biduran ini sebagai reaksi alergi tubuhnya. Memang sejak bayi Yaser punya tingkat alergi yang tinggi, dan efek alergi ini bisa berpengaruh pada saluran pernafasannya, atau pada kulitnya yang berupa biduran.

Pada umumnya reaksi alergi berupa biduran ini tidak berbahaya,kecuali efek rasa gatalnya yang luar biasa. Dan pada diri Yaser, efek ini bahkan menyebabkan demam tinggi dan berpengaruh pada saluran pencernaannya sehingga menimbulkan diare dan rasa sakit perut yang luar biasa.

Ada banyak pemicu timbulnya reaksi alergi ini sehingga agak sulit dideteksi. Bagi Yaser, pemicunya sering kali karena debu ataupun makanan laut (sementara Yaser suka sekali udang dan ikan laut...).

Bagaimana penanganan efek alergi biduran ini? Dalam banyak kasus ringan, biduran ini akan hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan apapun. Namun untuk kasus Yaser, perlu penanganan seorang dokter dalam merekomendasikan obat-obatan yang diperlukannya. Yaser memerlukan obat antihistamin berupa Histrine (Cetirizine HCL), obat pencernaan berupa Lacto B, obat penghilang sakit perut Ranitidine, dan obat penurun panas.

Selain penggunaan obat-obatan yang tepat, tenang dan sabar juga diperlukan untuk bisa mencermati bagaimana reaksi obat-obatan tersebut, karena reaksi obat-obatan itu ada yang cepat ada juga yang membutuhkan beberapa hari observasi. Dan satu hal yang paling penting, mintalah kesembuhan kepada Dia Yang Maha Esa dan Maha Menyembuhkan...

Sumber : http://cakmoki86.wordpress.com/2009/02/14/urtikaria-atau-biduran/

Jumat, 05 Agustus 2011

Puasa Ramadhan Ala Yaser


Memasuki hari kelima bulan Ramadhan 1423 H, Alhamdulillah... anak-anak sudah mulai terbiasa dengan menahan lapar dan dahaga mereka, tentunya dengan cara yang berbeda-beda sesuai dengan kesiapan usia mereka.

Bagi Amr dan Irham, puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan hawa nafsu dan meningkatkan amalan di bulan penuh rahmat ini, apakah dengan membaca Al Qur-an, sholat tarawih, dan sebagainya.

Bagi Yaser dan Hasya, puasa adalah tidak boleh makan, tidak boleh minum, tidak boleh nangis, tidak boleh rewel, tidak boleh nakal, dan lain-lain...Keduanya juga punya pendapat sendiri tentang cara berpuasa dan waktu berbuka puasa, simak dech...

HARI KEDUA PUASA, pukul 17.05 WIB

Yaser : Umi, jam berapa sich buka puasanya? *sambil duduk depan pintu kamar Umi dan memegangi perutnya*
Umi : Sebentar lagi kok...kenapa Mas?
Yaser : Sebentar laginya jam berapa sich? *masih memegangi perutnya...*
Umi : Yaa, masih satu jam lagi dech kira-kira...Yaser sudah mau buka sekarang? *sambil senyum-senyum*
Yaser : Nggaaaakkk, aku nggak mau buka!!! Tapi jam berapa maghribnya?
Umi : Maghribnya nanti kedengaran adzannya, jam 6an dech...Mau buka sekarang nggak???
Yaser : Nggaaakkkkk!!!! Aku bukan mau buka sekarang!! Tapi maghribnya aja yang lama...aku khan udah lapar....
Umi : Kalo puasa memang lapar tapi harus ditahan sampai waktunya buka...tapi karena Yaser masih kecil, boleh kok buka sekarang...:)
Yaser : Nggak dech, aku bukanya nanti aja bareng-bareng sama mas Iam...*sambil lari main lagi sama masnya...*

Alhamdulillah, hari ini Yaser bisa tahan sampai maghrib...:)

HARI KEEMPAT PUASA pukul 14.35

Yaser ikutan Hasya yang nggak puasa, bolak-balik buka kulkas. Ada apakah gerangan???

Umi : Yaser mau buka puasa ya, kok buka-buka kulkas???
Yaser : Nggak, aku cuma liat-liat aja kok...es strawberry nya udah jadi Mi...hehehe...
Umi : Kalo lagi puasa nggak usah buka-buka kulkas, nanti Yaser jadi pingin buka...
Yaser : Hasya nggak puasa Mi, aku boleh nggak buka sekarang??? Aku pingin makan esnya...yaaaa????
Umi : Khan bisa nanti makannya pas maghrib?
Yaser : Aku hauuuussss dech, satu aja MI, nanti aku puasa lagi...ya???
Umi : :D, ya udah, Yaser minum yang hangat dulu ya...
Yaser : asyyiiik...aku haus banget, udaranya panas sich Mi...Aku puasanya ganti-gantian aja Mi, hari ini puasa, besok nggak puasa, besoknya lagi puasa lagi...githuuu...
Umi : hehehe...iya dech, terserah mas Yaser aja...:D

Rabu, 09 Maret 2011

Main Bola Lagi!!!

Setahun lebih sudah sejak kepulangan kami ke tanah air dan sudah selama itu juga putraku yang kedua, Irham, absen dari olahraga kegemarannya SOCCER!!!
Bukan maksud kami mengingkari janji kami kepadanya, tetapi memang kondisi Irham yang kurang memungkinkan untuk main SOCCER di iklim yang kurang bersahabat dengan penderita asma...

Larangan "Tidak bermain bola" juga dikemukakan beberapa dokter yang menangani Irham. Mereka lebih menyarankan Irham untuk ikut olahraga renang yang bisa memberikan efek 'terapi' bagi penderita asma.

Dengan berat hati, Irham pada akhirnya mau mengikuti les renang privat di sebuah club renang di dekat tempat tinggal kami. Ia bahkan bersedia menggantungkan sepasang sepatu bolanya yang baru saja kami beli setibanya kami di tanah air...

Demam bola beberapa waktu belakangan ini ternyata telah membakar kembali semangat Irham untuk main bola lagi. Ia memutuskan untuk berhenti dari club renangnya dan beralih ke SOCCER. Walaupun sempat agak ragu dengan keputusannya, kini aku bisa bernafas lega. Setelah sebulan ini Irham bergabung di sekolah sepakbola yang sama dengan kakaknya, Amr, ia tak lagi mendapat keluhan asma!!!

Alhamdulillah...ternyata saran dari pelatih dan beberapa sahabatku telah terbukti. Dengan latihan olahraga yang menyenangkan bagi Irham, ia kini terlihat lebih SEHAT dan SEGAR.

Irham kun, ganbatte!!!

Jumat, 28 Januari 2011

Janji Hatiku...

Bersama mereka,
Semenit, dua menit,beratus bahkan berjuta menit
Takkan pernah cukup bahkan terlalu sempit...

Bersama mereka,
Seperti baru kemarin ketika mereka ada
Kini mereka semakin tumbuh dan menjadi remaja...

Aku...
Takkan pernah berubah kemarin, kini atau nanti
Takkan pernah bergeming untuk berdiri disini
Takkan pernah bosan untuk mengecup dan menasihati

Aku...
Akan selalu ada dalam suka dan duka mereka
Dalam segenap usaha dan doa untuk mereka
Dalam keteguhan hati dan cinta untuk mereka
Selayaknya seorang sahabat sekaligus Bunda...

Untuk keempat buah hatiku,
"Semoga Allah SWT selalu melindungi diri anak keturunanku dari segala kemaksiatan dan kemunkaran di dunia ini, dan menjadikan mereka Khalifah bumi yang selamat dan beruntung di dunia dan akhirat...aamiin..."

Sabtu, 15 Januari 2011

Simple Tiramisu 4 Amr...:)

Simple Tiramisu ini special request dari si sulung Amr di hari specialnya yang ke-12. Tidak perlu oven untuk memanggangnya. Anda hanya memerlukan lemari pendingin dan mixer untuk mengocok. Hasilnya, hmmmmmm.......... Ada yang minta lagi dan lagi...:D

Resepnya dikompilasi dari berbagai sumber dan seperti biasa has modified by Umi Rina...

Bahan:
200 gr Haan Whipped Cream
400 ml susu cair dingin
250 gr mascarpone (italian cheese dessert)
4 kuning telur
85 gr gula halus
1 sdt vanilli essence
1 sdm coklat pasta
2 bks egg drops/lady finger
2 sdm kopi bubuk instant
air panas secukupnya

Cara Membuat:
1.Kocok Haan WC dengan susu cair sampai creamy, tambahkan mascarpone, kocok lagi sampai lembut, sisihkan.
2.Masak air dalam panci besar sampai mendidih. Dalam wadah lain, panaskan kuning telur, gula halus dan vanilli diatas air mendidih tadi sambil aduk rata sampai gula larut.Angkat dan biarkan sampai suam-suam kuku.
3.Masukkan no.2 ke no.1, aduk rata.
4.Tambahkan coklat pasta, aduk rata.
5.Aduk rata kopi dan air panas, rendam egg drops beberapa detik.
6.Siapkan loyang bongkar pasang atau wadah pyrex/kaca, tata egg drops di dasarnya.
7.Tuang adonan di atasnya, selingi lagi dengan egg drops kemudian adonan lagi sampai habis.
8.Taburkan coklat bubuk sambil diayak, hias dengan cherry dan DCC yang diserut.
9.Simpan dalam lemari es sampai padat dan beku.
10.Siap disajikan...sluuurrrppp.....

Senin, 12 Juli 2010

Second Winner!!!

Liburan sekolah dan Pila Dunia boleh saja berakhir. Tapi ada banyak momen penting di liburan kemarin. Walaupun liburan kemarin kami sekeluarga terpaku di kota Jakarta yang hiruk pikuk ini, tapi ada rasa bangga yang mengisi hati kami...

Musim liburan memang kental dengan musim turnamen sepakbola antar Sekolah Sepak Bola di wilayah Jabodetabek (Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi). Salah satunya adalah Turnamen Putra Agung sepekan yang lalu. Alhamdulillah, kali ini tim Amr U-11 dari Sekolah Sepak Bola Jayakarta berhasil meraih posisi Second Winner setelah dikalahkan tim SSB Persigawa Selatan. Di babak 8 besar tim Amr berhasil meruntuhkan harapan tim tuan rumah Putra Agung melaju ke babak semi final, yang sebelumnya tim tuan rumah ini mengalahkan si tim merah putih SSI Arsenal.

Seperti bola, permainan sepakbola tidak akan pernah dapat ditebak siapa yang akan menjadi juara. Tapi satu yang pasti, terus berusaha, berlatih keras dan berdoa adalah kunci dari keberhasilan...

Amr kun, omedetou!!!

Selasa, 11 Mei 2010

Senang Menggambar

Menggambar adalah hal yang sangat menyenangkan bagi anak, setidaknya bagi keempat buah hatiku. Dengan menggambar, anak-anak dapat menuangkan segala isi hati dan pikiran mereka. Mereka dapat mengekspresikan ide-ide yang ada di benak mereka dalam bentuk dan warna yang melatih kemampuan motorik kasar dan halus mereka. Dengan menggambar, kemampuan otak, hati, dan motorik mereka distimulasi dengan baik yang tentunya sangat membantu tumbuh kembang mereka secara utuh...

Kegemaran menggambar ini hampir setiap hari dilakukan oleh keempat buah hatiku. Tidak saja melalui media buku gambar, pensil, crayon dan pelengkap lainnya, melainkan juga melalui media elektronik seperti komputer.

Objek gambar yang sering kali mereka tuangkan adalah tokoh pahlawan dari film kartun, ada juga yang berupa pemandangan alam ataupun alat transportasi. Dan bagiku, semua yang mereka gambar adalah hasil karya yang mengagumkan yang patut mendapat acungan jempol!!!

Simak galeri gambar mereka di bawah ya...:)

Galeri Amr dan Irham (Lion King dan Naruto Shippuden):


Galeri Yaser dan Hasya (Pesawat dan Telur Ceplok):

Minggu, 04 April 2010

Kangen = Sayang

Alhamdulillah...Sepekan sudah sejak kepulangan Abi ke tanah air dan berkumpul kembali bersama keluarga. Tak hanya bagi kedua Bunda, sanak keluarga, para sahabat, bahkan aku yang menanti kebersamaan kami kembali, namun juga bagi keempat buah hati kami, terutama bagi si kecil, Hasya...

Sepekan sudah, Hasya selalu mengikuti kemanapun Abi berada. Mulai dari bangun tidur sampai kembali menjelang tidur. Apakah itu saat makan, saat bercengkerama, bahkan sampai saat mandi pun, semua harus bersama Abi.
Ketika bangun tidur, pertanyaan pertama yang keluar dari mulut si kecil adalah,"Mi, Abi mana?"

Saat Abi menanyakan mengapa Hasya selalu 'maunya' bersama Abi? Dengan lugasnya Hasya menjawab,"Aku kan kangen sama Abi..." Dan saat Abi bertanya, memangnya kangen itu apa siiih? Dengan polosnya Hasya pun menjawab, "Kangen kan sayaaaaanggggg...." seraya mengecup kedua pipi sang Abi...:)

Kini rindu yang tertahan sudah terbalas dan hari kemarin seakan berlalu begitu cepat. Kemarin yang penuh memori indah yang takkan terlupakan, kemarin yang penuh perjuangan, kemarin yang menyatukan hati kami dengan para sahabat yang telah menyaudara di negeri rantau, kemarin yang telah menjadi bagian dari potongan-potongan puzzle yang merangkai kehidupan kami...

Bila kami disini bahagia telah bersama lagi, ku yakin dan berharap dalam do'a untuk para sahabat yang masih di negeri rantau, bahwa kini dan esok akan selalu menjadi perjalanan penuh perjuangan yang pada suatu titik akan 'ada' yang diraih. Segala peluh, asa, harapan dan do'a, semua akan terjawab 'pasti' oleh Nya...

Dedicated to all my beloved sisters 'far n away'...

Jumat, 19 Maret 2010

Jadi Menteri...

Si sulung Amr, memang bukan lagi anak kecil. Terlihat dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukannya kepadaku. Dan terkadang pertanyaannya justru berubah menjadi pernyataan yang mengagetkan bahkan menakjubkan. Maklum saja usianya sudah mencapai 11 tahun pada Januari lalu.

Hot issues yang muncul belakangan ini di berbagai media, ternyata tak luput dari perhatian si sulung. Simak dech percakapan kami beberapa waktu lalu...:)

Amr : Mi, kenapa sich menteri... disuruh mundur?
Umi : Ya, itu khan menurut sebagian orang beliau bersalah.
Amr : Trus kalo mundur, siapa yang gantikan dong???
Umi : Ya, nanti ada pejabat yang setara dengan beliau yang dipilih Presiden.
Amr : Kalo Abi, bisa nggak jadi Menteri?
Umi : ?!:) Ya, insya Allah bisa aja...tapi Umi khawatir kalo jadi Pejabat trus dihujat rakyat...
Amr : Kenapa takut?! Kalo nggak salah kenapa harus takut?! Orang yang benar pasti disayang rakyat, nggak dihujat!!! Aku sarankan nich Mi, Abi jadi Menteri aja...Menteri Pendidikan, supaya nggak ada Ujian Nasional, jadi semua anak lulus kayak di Jepang...:)
Umi :***Emang nyambung ya lulusan Computer Science jadi Menteri Pendidikan?!***:):):)

Mudah-mudahan masih banyak manusia di bumi ini yang Berani karena Benar, dan Takut karena Salah...

Jumat, 29 Januari 2010

Syukur Kami...

Alhamdulillah...alhamdulillah...alhamdulillah...
Seiring sujud dan hangatnya air menitik di ujung mataku. Tak ada lisan dan rasa yang mampu terlukiskan untuk mewakili segala syukurku atas nikmat Sang Maha Kuasa, Sang Maha Pemurah, Sang Maha Segalanya...

Menghitungnya, takkanlah mungkin... membalasnya, takkanlah sanggup...
Semua janjiNya takkan pernah dusta, semua kehendakNya takkan pernah ada penolaknya, semua jalan yang ditulisNya pasti akan terlewati...

Perjalanan tiga masehi terjawab sudah. Segala peluh dan doa yang mengisi setiap langkah kami telah berbuah manis. Tidak berhenti sampai disini, masih banyak cita dan asa yang akan selalu menanti di depan sana. Bahwa yang terwujud kini adalah kemurahan dan kuasa dari Sang Penguasa Alam Semesta. Dan semoga apa yang melekat kini menjadikan kami selalu makhluk yang memegang teguh amanahNya, memberi kebaikan dan manfaat bagi makhluk lain di sekitar kami...insya Allah...

Congratulation to our beloved Abi, we luv u and proud of u...

Rabu, 04 November 2009

Kebenaran Pasti Menang...

Cerita tentang 'Cicak' dan 'Buaya' ternyata tidak lagi menjadi miliknya dunia pertokohan cerita anak-anak. Kalau puluhan tahun silam tokoh cicak dan buaya selalu dikelilingi oleh tokoh-tokoh lainnya dari dunia kebun binatang dan hanya diminati kalangan anak-anak. Seiring jaman yang semakin 'modern', kini tokoh cicak dan buaya punya tokoh dari dunia maya yaitu 'Godzilla' dan diminati oleh banyak kalangan dari usia anak-anak sampai usia lanjut.

Mungkin tidak semua anak-anak menyukainya. Namun setidaknya si kecil Yaser dan Hasya, ternyata turut mengamati cerita tokoh-tokoh tersebut dengan cukup baik. Hari ini saja mereka sudah hafal dan begitu antusias berlari ke depan televisi setiap kali diperdengarkan lagu 'KPK Di Dadaku'.

Dengan gaya 'lucu' dan 'polos' mereka yang masih 'balita', tanpa 'ragu' menyanyikan bait-bait lagu itu dengan penuh semangat *sambil jalan di tempat dengan gaya barisan PASKIBRA*:)

KPK di dadaku...
KPK kebanggaanku...
Ku yakin kebenaran pasti menang...

Kobarkan semangatmu...
Tunjukkan kebersihanmu...
Ku yakin kebenaran pasti menang!!!

Hmm...senangnya melihat anak-anak bisa bertingkah selayaknya anak-anak...
Selayaknya, orang dewasa juga bisa bersikap sebagaimana orang dewasa, karena tidak akan pernah 'lucu' dan 'polos' bila orang dewasa bersikap kekanak-kanakan...

Senin, 26 Oktober 2009

K.K. = Kakak ?

Alhamdulillah...belum satu bulan sejak bergabungnya si sulung dengan klub soccernya, namun pelatih dan managernya sudah memilihnya untuk masuk ke tim inti SSB Jayakarta. Tim Inti ini punya jadwal latihan tambahan sendiri di hari sabtu, dan disini mereka yang terpilih mendapatkan perhatian dan latihan lebih khusus.
Tim inti ini juga nantinya akan diturunkan dalam berbagai kejuaraan ataupun turnamen-turnamen sepakbola junior.

Untuk masuk ke tim inti ini ada beberapa syarat administrasi yang harus dipenuhi. Si sulung harus mengumpulkan fotonya, fotocopy akte kelahiran, fotocopy raport, dan fotocopy K.K.

Pesan itu disampaikan sang pelatih kepada si sulung pada saat latihan. Anehnya, si sulung tidak memberitahu bahwa fotocopy K.K juga dilampirkan. Alhasil, ketika mengumpulkan, hanya si sulung saja yang tidak mengumpulkan fotocopy K.K.

Selidik punya selidk, ternyata si sulung tidak paham mengenai fotocopy K.K ini. Dalam benaknya, K.K yang dimaksud adalah Kakak, sementara ia merasa sebagai anak tertua sehingga tidak perlu membawa Kakak...

"Jadi, K.K itu adalah Kartu Keluarga ya Mi? Kirain aku K.K itu adalah Kakak?!":)