Tampilkan postingan dengan label The Home Education. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label The Home Education. Tampilkan semua postingan

Kamis, 01 April 2021

The Google Classroom for Learning from Home Environment

Keluargaku Sekolahku, Orang Tuaku Itu Guruku - Madrasah Digital

From the beginning of 2020, the world has been shocked by the unexpected disease carried out by a novel corona virus named COVID-19. This virus has forced the world to conduct emergency actions in all aspects of human lives to prevent the outbreak. In Indonesia, particularly in Jakarta where the rate of positive infected cases is the highest, all institutions of offices and schools are closed for the face-to-face learning activities. Teachers and lecturers are persuaded to administer virtual classrooms due to affordable technology devices, mostly through the smartphones. One of the most favourite and simply accessed applications in learning from home is Google Classroom application. 

The Google Classroom performs a unique appearance and atmosphere that provides a central site for communicating with students, providing assignments and sending feedback. According to Ketut Sudarsana, Bagus Made Anggara Putra, Nyoman Temon Astawa, and Wayan Lali Yogantara (2019), this application is part of the online Google Apps for Education (GAFE) that suits for teachers and students in an online learning. Moreover, the Google Classroom is said to be a simply manageable application in a learning process, particularly in terms of task management, for both students and lecturers. It is also proven by Rahmad, Adria Wirda, Berutu, Lumbantoruan, and Sintong (2019) that Google Classroom is effective in promoting students’ learning independence and students’ critical thinking.

In more specific, the Google Classroom was also implemented in EFL learning. An evaluation by Bhat, Raju, Bikramjit, and D’souza (2018) was conducted to find out the effectiveness of the Google Classroom in submission process of the students’ assignment; and it revealed that the use of Google Classroom is simplifying marks and assessment on the students’ submitted assignment. Another study in Heggart and Yoo (2018) unveiled that the Google Classroom augmented student participation and learning and boosted classroom dynamics due to the students’ experience. Both studies by Bhat et al. (2018) and Heggart & Yoo (2018) admitted the Google Classroom as an effective online application in the process of language learning.

In respect to the advanced technology and communication, learning from home environment is a possible option during the pandemic. By utilising the Google Classroom as one of the free online applications, learning from home environment in all levels of education becomes much easier for both teachers and learners. The Google Classroom application has been appreciated for its simple and clear features, documenting materials and discussion, and also the assignment reminder. In this way, the Google Classroom has become the most favourite application during the pandemic.    
course.
CONCLUSION
In respect to the advanced technology and communicat
ion, learning from home
environments is a possible option in dealing with an unexpected situation during this
pandemic period. By utilizing Google Classroom as one of the free online applications,
learning from home environments in all levels of education
becomes much easier for both
teachers and learners

Selasa, 11 Mei 2010

Senang Menggambar

Menggambar adalah hal yang sangat menyenangkan bagi anak, setidaknya bagi keempat buah hatiku. Dengan menggambar, anak-anak dapat menuangkan segala isi hati dan pikiran mereka. Mereka dapat mengekspresikan ide-ide yang ada di benak mereka dalam bentuk dan warna yang melatih kemampuan motorik kasar dan halus mereka. Dengan menggambar, kemampuan otak, hati, dan motorik mereka distimulasi dengan baik yang tentunya sangat membantu tumbuh kembang mereka secara utuh...

Kegemaran menggambar ini hampir setiap hari dilakukan oleh keempat buah hatiku. Tidak saja melalui media buku gambar, pensil, crayon dan pelengkap lainnya, melainkan juga melalui media elektronik seperti komputer.

Objek gambar yang sering kali mereka tuangkan adalah tokoh pahlawan dari film kartun, ada juga yang berupa pemandangan alam ataupun alat transportasi. Dan bagiku, semua yang mereka gambar adalah hasil karya yang mengagumkan yang patut mendapat acungan jempol!!!

Simak galeri gambar mereka di bawah ya...:)

Galeri Amr dan Irham (Lion King dan Naruto Shippuden):


Galeri Yaser dan Hasya (Pesawat dan Telur Ceplok):

Rabu, 21 Januari 2009

Pentingnya Timetable Bagi Anak



Timetable tidak hanya penting dalam dunia usaha, tetapi juga sangat berguna bagi keluargaku. Timetable begitu penting untuk anak-anakku, terutama yang sudah usia sekolah.

Untuk masing-masing anak, dibuatkan timetable harian untuk hari sekolah dan hari libur, yang disusun berdasarkan rutinitas kegiatan mereka dan tentunya dengan berdiskusi dengan mereka. Banyak negosiasi, tetapi harus tetap pada sasaran yang ingin dicapai.

Dengan adanya timetable, menjadi acuan bagi anak-anak untuk bisa mengatur kegiatannya masing-masing, kapan waktu untuk sholat, mengaji, belajar, bermain, istirahat, makan, menonton, di depan komputer, ataupun kegiatan lainnya.

Dengan adanya timetable, anak-anak bisa dengan mudah mengoreksi apakah yang mereka lakukan sudah sesuai dengan yang telah disusun. Dan bagiku juga memberi kemudahan dalam mengingatkan mereka.

Dengan adanya timetable, anak-anak bisa lebih berdisiplin diri dan fungsi kontrol orangtua bisa lebih mudah direalisasikan.

Selasa, 30 Desember 2008

Belajar Iqro Gaya Hasya Chan



Hasya chan putri kecilku sudah mulai belajar Iqro jilid 1. Layaknya batita pada umumnya, Hasya chan mengumpamakan setiap huruf sesuai dengan persepsi dunianya...

Simak dech bagaimana Hasya chan belajar Iqro bersama Abi... :)

Abi : Ini huruf apa? (sambil nunjuk Alif)
Hasya : Ini pinsil aku berdiri
Abi : :) Iya, pinsil berdiri bunyinya Alif
Hasya : Alif...
Abi : Kalo ini namanya apa? (sambil nunjuk huruf Ba)
Hasya : Perahu ada bannya...
Abi : ?! Iya, perahu ada bannya bunyinya Ba
Hasya : Perahu ada bannya bunyinya krek krek...
Penghuni rumah : huaahahahaha......

Jumat, 26 Desember 2008

Belajar di Dapur



Liburan hari pertama, pagi-pagi anak-anak sudah ribut minta sarapan. Dari semalam memang sudah niat mau bikin Onde-onde Ketawa, kayaknya mudah dan cepat. Ternyata, proses pembulatannya memakan waktu agak lama...

Anak-anak yang lihat Umi sibuk bikin kelereng, akhirnya turun tangan ikutan bikin kelereng. Jadi seru dech, bikin onde-onde bareng anak-anak. Mereka bilang seperti bikin kelereng pakai nendo (sejenis lilin yang bisa dibentuk).



Lihat dech, hasilnya ternyata bagus. Sambil asyik ngunyah, mereka juga sibuk menikmati hasil buatan mereka, "Ini khan buatanku..." :)

Walaupun dapur jadi berantakan dan bahan-bahan adonannya berserakan disana-sini, yaa... nggak apalah... Namanya juga proses belajar sambil bermain. Seru aja lihat anak-anak asyik di dapur sambil nyengar-nyengir... Makanya onde-ondenya berubah namanya jadi Onde-onde Nyengir... :)

Selasa, 16 Desember 2008

Sehari Tiga Ayat

Bisa membaca Al Qur-an merupakan titik awal bagi anak-anakku untuk bisa mengkaji dan memahami isinya, dan pada akhirnya bisa mengamalkannya di dalam kehidupan mereka.

Jika di kampung halaman kami, aku bisa mengandalkan para mubaligh dan mubalighot sebagai orang-orang yang tepat dalam mentransfer ilmu beliau-beliau kepada anak-anakku. Tetapi, disini, di tempat kami tinggal sekarang, akulah dan Abi yang harus bisa melakukan kapasitas tersebut, insya Alloh...

Bukan hal mudah, mengingat lingkungan dan aktifitas anak-anak yang sangat padat. Ditambah lagi dengan salah satu pelajaran sekolah anak-anak, Kanji, yang menyita banyak perhatian.

Buat kami, Kanji is not the main dish, eeh, the main course...
Tetapi, belajar Al Qur-an dan Al Hadist lah yang terpenting. Jadi, setelah didiskusikan dengan anak-anak, kita setuju bahwa dalam sehari setidaknya bisa membaca Al Qur-an sebanyak minimal tiga ayat.

Ayo, Amr kun, Irham kun, yang rajin baca Qur-annya ya...:)

Allohummar hamnaa bil qur-aan
Waj'alhu lanaa imaamaan, wa hudan, wa nuuron, wa rohmah.
Allohumma dzakkirnaa minhu maa nasiinaa
Wa 'allimnaa minhu maa jahilnaa
Warzuqnaa tilaawatahu aanaa allaili wannahaar
Waj'alhu lanaa hujjatan ya Robbal 'Aalamiin...

Kamis, 04 Desember 2008

Belajar Sholat



Layaknya anak usia balita yang senang meniru sekelilingnya, putri kecilku, Hasya chan yang usianya baru dua tahun setengah juga demikian.

Tiap kali Umi sholat, terlebih sholat maghrib atau isya, Hasya chan mesti minta ikutan sholat. Kalo Umi sudah siap dengan mukenanya, Hasya chan cepat-cepat dech ngambil mukena pinknya, kiriman dari 'Duo Kangen' tersayang Datuk dan Eyang... Biasanya, Yaser kun ikutan juga nggak mau ketinggalan...:)

Hasya : Umi..., aku sholat ya...
Yaser : Umi..., aku juga ikutan ya... (langsung ambil posisi)
Umi : Iya, ikutin gerakan Umi ya...:)

Kalo Hasya chan sudah sholat, biasanya mas-masnya, the boys, nggak enak hati sendiri. Apalagi mas Amr dan mas Irham, langsung ke kamar mandi berwudhu trus sholat dech... Padahal biasanya Umi harus mengingatkan beberapa kali baru bergerak...:)

Senangnya mengamati anak-anak saling memberi dan menerima. Jadi nggak cuma Hasya chan yang belajar dari Mas-masnya, tetapi juga para Masnya belajar dari Hasya chan...:)

Selasa, 01 Juli 2008

Belajar 'Iqro'

Alhamdulillah...hari minggu yang lalu, Irham, putra kedua kami sudah khatam 'Iqro jilid 6'.
Itu berarti, mulai hari ini Irham sudah mulai membaca Alqur-an.

Walaupun belum selancar mas Amr, Irham tetap semangat untuk terus belajar. Begitu juga dengan Amr, terus belajar, jangan sampai kesusul sama Irham ya...:)

Nah, Yaser juga tidak mau kalah dong... Walaupun baru 'Iqro jilid 1', tapi semangat dan daya ingat Yaser ok banget dech. Simak aja celotehnya waktu belajar 'Iqro'...



Abi : burung ada matanya, apa Yaser?
Yaser : ja...
Abi : pinter... kalo burung lagi merem (nggak ada matanya) apa namanya?
Yaser : itu ha!!
Abi : sughoi... kalo ini apa namanya (sambil nunjuk huruf kho)?
Yaser : itu kha!! itu khan burung lagi ngintip...
Abi-Umi : :)) ooo....

Apapun istilahnya asalkan Yaser mudah mengingatnya, nggak masalah dech...:D
Yuk, kita belajar 'IQRO'!!!

Rabu, 11 Juni 2008

Operator Telpon

Sebenernya nich, di rumah nggak buka usaha 'Wartel' ato 'Warnet'. Herannya, di rumah ada dua orang 'Operator Telpon' lho...:D

Yang biasa nelpon ke rumah, mesti udah hafal dech sama suara mereka berdua... Siapa lagi kalau bukan Yaser dan Hasya, yang suka rebutan angkat telpon.
Kalau belum dikasih kesempatan ngangkat telpon atau ngomong di telpon, dijamin dech nggak bisa ngomong dengan tenang... Dengan setianya berdiri di samping meja telpon, sambil bertanya,"Siapa Mi??":D

Biasanya, Yaser atau Hasya selalu memulai pembicaraan seperti ini nich...
"Hallo, ini siapa? Umi/Abi ada...sebentar ya..."

Yang lucu, kalau yang nelpon itu nggak mereka kenal atau bahasanya tidak mereka mengerti, langsung dech muka mereka berubah warna dan langsung teriak,"Umi....", sambil gagang telponnya ditaruh di atas meja...:D

Sepele memang, tapi buat mereka adalah salah satu pembelajaran dan menyenangkan...
Membiarkan mereka menjadi 'Operator Telpon', membuat mereka percaya diri, dihargai, berinteraksi dengan orang lain, dan masih banyak lagi dech...

So, yang suka nelpon ke rumah, harap maklum ya dengan 'Operator Telpon' kami, yang terkadang suka salah nyebut nama Anda...:D

Rabu, 28 Mei 2008

Sang Pencipta

Hampir seminggu ini, my beloved Yaser selalu bertanya tentang 'Apa' itu Allah???
Buat Yaser, 'apa' atau 'siapa' itu nggak ada bedanya...yang penting adalah jawabannya...:)

Sudah hampir seminggu ini, setiap kali hendak 'bobo malam', dan setiap kali diingatkan untuk membaca doa sebelum 'bobo', Yaser selalu nanya, "Umi, Allah itu apa sih?"

Umi : Ayo, mas Yaser, Hasya, baca doa dulu ya...
Yaser : Doa buat apa sih?
Umi : :) berdoa memohon perlindungan dari Allah, supaya pas Yaser bobo dilindungi oleh Allah...
Yaser : Allah itu apa sih???
Umi : :)Allah itu yang bikin bintang, hujan, matahari, bulan, pelangi, malam hari, pagi hari, siang hari, awan, gunung, dan masih banyaaaak dech buatannya Allah...:)
Yaser : Kalo aku nggak baca doa, Allah marah nggak??
Umi : :) Ya, nggak dong...tapi Allah senang kalo Yaser berdoa, nanti Allah kasih perlindungan buat Yaser, jadi bobonya enak, nggak digangguin sama kecoa, sama semut, sama nyamuk, pokoknya enak dech bobonya...:)
Yaser : :D "Allahumma Bismika Amutu wa Ahya...amiin..." I Love You Umi...
Umi : I Love You too...:)

Kalau anak sekecil Yaser aja penasaran dengan Sang Pencipta, masa' sich orang dewasa nggak penasaran dan berpikir...:)

Jumat, 23 Mei 2008

Belajar Mandiri

Mendekati usianya yang hampir dua tahun, Hasya sudah semakin mandiri. Tidak hanya sudah mulai memakai sepatu sendiri, tetapi juga belajar makan sendiri tanpa 'berantakan'...:D



Tuuuh, lihat aja gayanya yang semakin terbiasa dengan kemampuannya sendiri. Nggak perlu disuapi Umi lagi, dan nggak perlu cepat-cepat makannya. Biar belakangan selesainya, yang penting Hasya bisa 'mamam' sendiri...:D

Kata Yaser : Ayo Hasya, cepetan makannya, ntar aku yang makan nich...
(Sambil siap-siap deketin Hasya, nunggu ada yang jatuh di meja...:D)
Kata Hasya : Nggak...nggak...punya aku...
(Sambil cepat-cepat masukin makanannya ke mulut trus pindah posisi...:D)

Senangnya lihat anak-anak semakin mandiri...
Ayo Hasya, kamu pasti bisa!!!

Minggu, 11 Mei 2008

"I Love You"

Siapa yang hatinya tidak 'deg-deg-byar', jika mendengar tiga kata penuh makna 'I Love You'?? Siapa sich yang tidak suka disayang???:D

Sudah seminggu ini, Yaser asyik berkata "I Love You". Nggak tahu ucapan itu dia dengar dari siapa ya...:)Ngerti nggak ya artinya?? :)
Malamnya, Yaser banyak nanya, padahal Umi udah asli ngantuk n capek habis ikutan *TIF*..

Yaser : Umi, 'I Love You" apa sich?
Umi : Ehm...(cuek aja, udah ngantuk berat soalnya...)
Abi : 'I Love You' artinya Abi Sayang Yaser...:)
Yaser : Kalo Yaser Sayang Umi???
Umi-Abi : ?!?:):D (hilang dech ngantuknya Umi, terharu gitu loh...)
Abi : 'I Love You Too'...:), Yaser dengar dari mana sich 'I Love You'?
Yaser : dari 'Barney'...ada lagunya juga tuh...
Umi-Abi : oooo.....:D
Yaser : Abi, I Love You... Umi, I Love You too...(trus bobo dech...:D )

Jumat, 02 Mei 2008

Belajar dan Bermain

Mau tahu, cara belajar efektif untuk anak-anak balita seperti Yaser dan Hasya? Pastinya udah pada tahu ya...belajarnya sambil bermain. Bermainnya bisa apa aja, dan nggak cuma mainan mereka, tapi bisa merambat ke mainan beneran yang biasa aku pakai...:)



Lihat aja tuh, Yaser dan Hasya asyik bermain dan belajar membuat kue. Mereka belajar mengenal alat dan juga komposisi kue yang biasa mereka makan. Walaupun sebenarnya mereka tahunya cuma "Ini eskrim ya Mi?" :) Itu kata Yaser, sementara Hasya, " Nasi??" :) Tahunya, kalo warna putih itu nasi soalnya...:)

Apapun, belajar sambil bermain sangat menyenangkan buat anak-anak. Dan dalam keadaan senang, anak-anak akan lebih mudah mencerna dan mengingat apa yang mereka lakukan...

Yuk, kita belajar sambil bermain...:)

Senin, 14 April 2008

Nggak Punya Ibu...

Semalam, sekitar jam setengah sepuluh kita bersiap untuk tidur. Seperti biasa, kalo Abi pas di rumah, Abi yang meninabobokan Yaser dan Hasya dengan dongengnya. Semalam, dongeng Abi tentang keluarga Badak, yang akan segera mempunyai anggota baru dalam keluarga mereka...

Sedang tekunnya Abi bercerita, tiba-tiba Yaser nyeletuk...

Yaser : Anak badaknya kok punya Ibu, aku nggak punya Ibu...
Abi-Umi : ??? Lho, emangnya Yaser nggak punya Ibu???
Yaser : Iya tuh...aku nggak punya Ibu...Aku punyanya Umi...sama Bunda...
Abi : Iya, Umi khan sama dengan Ibu...
Yaser : Eeh, lain tuh...Umi khan nggak sama sama Ibu. Umi khan nggak sama sama Bunda...
Abi-Umi : Emang kalo Bunda apa?? :)
Yaser : Bunda Shinta, Bunda Dewi, Bunda Abang Ami...Aku khan nggak punya Ibu...
Abi-Umi : Ooo...:)) Ya udah, nanti kalau Yaser mau panggil Umi pake Ibu juga nggak apa-apa...:))
Yaser : Eeh, aku nggak mau...aku mau Umi aja...:))
Abi-Umi : :))

Kamis, 10 April 2008

Sekolah ...

Hari ini, jadwalnya Yaser belajar. Mungkin karena 'BT' di rumah terus, Yaser tumben nolak belajar...Wah, kalo udah begitu, aku nggak mau maksa. Jadi, aku biarkan Yaser asyik bermain dengan Hasya.

Setelah bosan main dengan Hasya, Yaser menghampiriku...

Yaser : Umi, Mas Iam mana?
Umi : Sekolah.
Yaser : Mas Amr mana?
Umi : Ya, sekolah juga...
Yaser : Aku kok di rumah? Aku juga mau sekolah...Mas Iam kok sekolahnya sama Mas Amr?
Umi : Ya, nanti Yaser juga sekolah seperti Mas Amr dan Mas Iam. Sekarang Yaser sekolahnya sama Umi dulu ya...sama adik Hasya juga...:)
Yaser : Itu sich bukan sekolah...aku kan cuma gambar sich...*sambil lari ngambil alat tulis*
Yaser : Aku mau gambar dulu ya Mi...
Umi : Ok dech Bos Yaser...Nanti Umi Lihat gambarnya ya...:))



Ada yang tahu Yaser gambar apa??:))

Kamis, 03 April 2008

Homeschooling

Yaser, putraku yang ketiga, usianya sudah 3 tahun 3 bulan. Di usianya yang masih terbilang balita, dia sudah ingiiiin sekali bersekolah, seperti mas-masnya, Amr dan Irham.

Sering kali Yaser bertanya ke aku, "Umi, kok Mas Iam sekolah terus?? Aku kapan sekolahnya?? Aku mau sekolah juga..."
Aku senang sekali, karena Yaser sudah punya keinginan positif yang sangat kuat. Aku sebagai orangtua, tentu saja ingin sekali menyalurkan keinginannya. Sayangnya, di tempat kami tinggal, ada peraturan yang mencantumkan syarat usia untuk bisa bergabung di sekolah Taman Kanak-kanak milik pemerintah. Untuk bisa bergabung di Taman Kanak-kanak tahun pertama (TK Kecil), usia anak harus 4 tahun. Atau bisa saja sekolah di swasta, dan tentunya ada aturan-aturan lainnya, yang buat kami orang asing, agak sulit untuk dipenuhi...:(

Buat aku pribadi dan suamiku, Taman Kanak-kanak bukanlah satu-satunya solusi untuk Yaser. Bersekolah tidaklah selalu di dalam wadah yang formal khan?? So, aku dan si Abi berusaha semampu kami untuk bisa menyalurkan keinginan Yaser dengan menjadikan tempat tinggal kami sebagai sekolah, alias HOMESCHOOLING.

Ide tersebut bermula dari temanku yang kebetulan kepala sekolah di sebuah Taman Kanak-kanak di Jakarta, tempat anakku, Amr, sekolah TK dulu di Jakarta. Kami sering bertukar pikiran, bertukar pengalaman dalam hal pendidikan anak. Terima kasih banyak ya Ibu Aida...:)

Dari beliaulah, aku dan Abi membawa cukup persediaan buku 'preschool' dan Taman Kanak-kanak dari Jakarta. Alhamdulillah, buku-buku tersebut sangat bermanfaat, bahkan sempat aku pinjamkan kepada pihak sekolah TK nya Irham untuk bahan pembelajaran kepada siswa lain, teman-temannya Irham, yang notabene adalah Nihonjin/orang Jepang.

Nah, belakangan, aku dapat visit nich dari teman baru, Mbak Lala, yang ternyata adalah salah seorang pemerhati dan pelaksana Homeschooling Indonesia. Wah, aku senang sekali dech, wawasanku jadi tambah luas dan tambah 'pede' menjalankan Homeschooling buat anakku Yaser dan juga Hasya, yang usianya baru 1 tahun 8 bulan.

Sekolah Rumah? Kenapa nggak....:))