Tampilkan postingan dengan label Speak Up. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Speak Up. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Juni 2020

The New Normal

The New Normal title card.jpg

Talking about the new normal, I remember the days when I and my kids had just arrived in Jakarta.
The days when I and kids had to do an adaptation to our own homeland, with different circumstances.
The days when I and kids had to transform our good habit just to please our environment...

At the airport, my little girl at her 3 years old, asked me where to put her candy trash that we couldn't find the trash bin everywhere. Someone told her to just throw it. However, she put it in her pocket, brought it home and put it right into the garbage bin.

At kindergarten school of my little boy at his 4.5 years old, took his own meal of my homemade.
All meal were wrapped cleanly in each part of the 'bento case', with proportional main course, fruit, vegetable, and a small pack of milk. Some friends were so jealous at him since their mothers had never made such a cute and complete meal for them.

In elementary school of my second boy at his 7.5 years old, brought his own meal, a bottle of water, a small pack of tissue and a small bottle of hand sanitiser. Once, he used a face masker for he was having a cold.  Some friends were teasing at him for being such 'an odd kid'. Though, he just ignored them and kept on continuing what he believed.

In the same school, my first boy at his 10.5 years old, brought the same things with his little brother.
All meal were wrapped cleanly and no one could join his drinking. One bottle for one person.
Some friends said that they were the two odd brothers. He said once, "This is the way I and brother learnt from the developed country where you will somehow understand how good it is."

Until these days, the days when all of us have to face a shocked virus that change our habit, change our way of life, change our way of thinking.
It is okay to bring hand sanitiser everywhere you go.
It is alright to use face masker especially when you got cough and cold.
It is fine to bring a pack of tissue and use it when you have to sneeze or other things.
Yes, it is good to have our personal belongings and keep it that way.
Those things are for our own good, for our own health, for our own safe...
Then, you are ready for the new normal...



Jumat, 05 Agustus 2011

Puasa Ramadhan Ala Yaser


Memasuki hari kelima bulan Ramadhan 1423 H, Alhamdulillah... anak-anak sudah mulai terbiasa dengan menahan lapar dan dahaga mereka, tentunya dengan cara yang berbeda-beda sesuai dengan kesiapan usia mereka.

Bagi Amr dan Irham, puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan hawa nafsu dan meningkatkan amalan di bulan penuh rahmat ini, apakah dengan membaca Al Qur-an, sholat tarawih, dan sebagainya.

Bagi Yaser dan Hasya, puasa adalah tidak boleh makan, tidak boleh minum, tidak boleh nangis, tidak boleh rewel, tidak boleh nakal, dan lain-lain...Keduanya juga punya pendapat sendiri tentang cara berpuasa dan waktu berbuka puasa, simak dech...

HARI KEDUA PUASA, pukul 17.05 WIB

Yaser : Umi, jam berapa sich buka puasanya? *sambil duduk depan pintu kamar Umi dan memegangi perutnya*
Umi : Sebentar lagi kok...kenapa Mas?
Yaser : Sebentar laginya jam berapa sich? *masih memegangi perutnya...*
Umi : Yaa, masih satu jam lagi dech kira-kira...Yaser sudah mau buka sekarang? *sambil senyum-senyum*
Yaser : Nggaaaakkk, aku nggak mau buka!!! Tapi jam berapa maghribnya?
Umi : Maghribnya nanti kedengaran adzannya, jam 6an dech...Mau buka sekarang nggak???
Yaser : Nggaaakkkkk!!!! Aku bukan mau buka sekarang!! Tapi maghribnya aja yang lama...aku khan udah lapar....
Umi : Kalo puasa memang lapar tapi harus ditahan sampai waktunya buka...tapi karena Yaser masih kecil, boleh kok buka sekarang...:)
Yaser : Nggak dech, aku bukanya nanti aja bareng-bareng sama mas Iam...*sambil lari main lagi sama masnya...*

Alhamdulillah, hari ini Yaser bisa tahan sampai maghrib...:)

HARI KEEMPAT PUASA pukul 14.35

Yaser ikutan Hasya yang nggak puasa, bolak-balik buka kulkas. Ada apakah gerangan???

Umi : Yaser mau buka puasa ya, kok buka-buka kulkas???
Yaser : Nggak, aku cuma liat-liat aja kok...es strawberry nya udah jadi Mi...hehehe...
Umi : Kalo lagi puasa nggak usah buka-buka kulkas, nanti Yaser jadi pingin buka...
Yaser : Hasya nggak puasa Mi, aku boleh nggak buka sekarang??? Aku pingin makan esnya...yaaaa????
Umi : Khan bisa nanti makannya pas maghrib?
Yaser : Aku hauuuussss dech, satu aja MI, nanti aku puasa lagi...ya???
Umi : :D, ya udah, Yaser minum yang hangat dulu ya...
Yaser : asyyiiik...aku haus banget, udaranya panas sich Mi...Aku puasanya ganti-gantian aja Mi, hari ini puasa, besok nggak puasa, besoknya lagi puasa lagi...githuuu...
Umi : hehehe...iya dech, terserah mas Yaser aja...:D

Kamis, 12 Maret 2009

"Bobo Nggak Boleh Ngomong ?"



Beginilah kalau Yaser dan Hasya menunjukkan rasa rindunya kepada sang Abi yang sudah beberapa malam lembur di Labnya. Maklumlah, pekerjaan di lab memang tak pernah ada sepinya. Maksud hati ingin melepas lelah di rumah, apa daya duo cilik terus saja menempel...:)

Yaser : Abi kok nggak pulang-pulang sich???
Abi : Iya, Abi banyak kerjaan di lab. :)
Hasya : Emang Abi bobo di lab???
Abi : Wah, Abi bobonya cuma sebentar aja, nggak bisa bobo di lab...:)
Hasya : Emang Abi mau bobo sekarang???
Abi : Iya... Abi mau bobo dulu ya, Hasya sama Yaser juga bobo ya...
Yaser : Emang kalo bobo nggak boleh ngomong???
Abi : :D Iya dong... Kalo ngomong terus kapan bobonya??? :)
Hasya : Kok bobonya nggak boleh ngomong???
Abi : Hmmm.....*dah samar-samar dininabobokan celoteh si duo cilik* :)
Yaser : Ya udah, Abi bobo aja nggak usah ngomong. Aku aja yang ngomong kan belum mau bobo...*sambil nyengir dan ngacir...*:)

Minggu, 08 Maret 2009

Memory...

Bagaimana perasaan Anda, jika ada seseorang yang sudah puluhan tahun tak berjumpa, bahkan mungkin Anda sudah melupakannya, namun tiba-tiba orang tersebut mengirim surat dengan isi yang mengingatkan Anda dengan tiap-tiap moment yang pernah Anda lalui bersama???

Bagiku, ini sungguh luar biasa, dan ada rasa haru dan tersanjung dibuatnya. Memory yang telah mengendap di dasar ingatan, seakan terkuak dan terangkat kembali. Memory tentang bagaimana diriku dulu kala, ternyata menyadarkanku, begitu banyak yang telah berubah, dan tentunya kulit wajah yang semakin ber'jamaah' alias 'keriput'....:D

Mengingat bagaimana 'kenakalan' remaja yang masih berseragam putih-biru, kekompakan masa-masa putih-abu2 dengan segala suka dukanya, dan begitu banyak memory tentang sekeliling sekolah dan pernak-pernik yang melekat padanya.

Memory...memory..., ternyata menyenangkan ada seseorang yang mengingat diri kita 'both side of story', membuat kita bisa bercermin, membuat kita sadar bahwa tak ada manusia yang luput dari salah dan khilaf, dan tak ada kata terlambat untuk berubah dan memulai sesuatu menjadi lebih baik....

NEVER GIVE UP, COZ IT'S NEVER TOO LATE...

Jumat, 06 Maret 2009

Oemar Bakrie...

Bagi fans Iwan Fals, rasanya sudah tak asing lagi dengan salah satu lagunya yang berjudul 'Oemar Bakrie'. Liriknya yang menceritakan nasib seorang 'Pahlawan Tanpa Tanda Jasa', mengegelitik telinga yang mendengarnya, namun mencerminkan kehidupan sejati seorang guru di sebuah tanah khatulistiwa...

Dulu, seorang guru yang sekaligus kepala sekolah di sebuah sekolah dasar negeri di ibukota negara, mulai dari jaman kolonial sampai jaman merdeka, mesti mencari tambahan untuk membiayai lima orang anak yatimnya sebagai seorang 'chef', dari satu pesta ke pesta yang lainnya. Ini memang karena kondisi negeri yang masih susah, tak mungkin untuk membebani keuangan negara dengan penghargaan yang memadai bagi seorang guru, dan tak sampai hati bagi seorang guru dan atau seorang kepala sekolah untuk mewajibkan seragam sekolah, buku-buku pelajaran, les-les tambahan, dan lain sebagainya.

Setelah merdeka, terlebih semenjak pemerintahan 'penguasa seumur hidup', nasib guru nggak terlalu beda dengan jaman kolonial belanda atau pun jepun. Yap, mereka masih saja diposisikan sebagai si penaggung jawab terbesar kecerdasan bangsa, tapi bicara hak mereka, mereka cukup beruntung di posisi 'kalau ada sisa alokasi dana blablabla...blablabla...'

Beruntung, belakangan ini, nasib para guru mulai dapat perhatian. Bahkan banyak para guru ini mendapatkan penghargaan meningkatkan kemampuan akademisnya, dengan melanjutkan program studi mereka ke jenjang yang lebih tinggi dengan biaya tanggungan negara *baca dana keuangan dunia yang dikelola instansi nasional*, tentunya dengan berbagai tes-tes akademis, proses birokrasi yang puaaanjaaang dan melelahkan, dan lain-lain dan lain-lain...

Alhamdulillah... demikian ungkapan syukur seorang dosen anak bangsa yang baru saja lulus tes melanjutkan program S3nya di Tsukuba University. Anehnya, ucapan syukurnya justru mencerminkan kebingungan di wajahnya. Bagaimana tidak, kelulusannya berarti ia harus melanjutkan kewajiban belajarnya selama setidaknya tiga tahun kedepan, sementara biaya pendidikannya dan biaya hidupnya selama disini yang mengandalkan kiriman beasiswa *baca dana keuangan dunia yang dikelola instansi nasional* yang baru sampai setelah berbulan-bulan *baca birokrasi puaaaanjaaaang pusat-daerah-pusat-luar negeri*.

Jika untuk dirinya sendiri saja sudah sangat terbebani, bagaimana mungkin ia bisa mengajak belahan jiwanya dan kedua buah hatinya yang masih balita untuk bisa hidup bersama di rantau seperti ini??? Dan bangaimana mungkin ia bisa berkonsentrasi untuk program studinya sebagai amanah lainnya yang harus dipikul?

Tanah airku, tanah tumpah darahku
Tanah subur, penuh luka dan benalu

Daripada pusing mikirin yang ada di depan mata, yang punya lagu Iwan fals, silahkan didengerin baik-baik lagunya Oemar Bakrie ya...

*Tulisan di atas tidak mewakili siapapun kecuali isi hati sang penulis*

Kamis, 05 Maret 2009

Shinkansen Jurusan Bogor...



Siang ini matahari lumayan bersinar cerah. Setelah selesai dengan pekerjaan di rumah, aku dan duo 'ceriwis', Yaser dan Hasya, sepakat untuk jalan-jalan ke taman Pusat Kota dan makan siang disana.

Lepas dhuha, kami berangkat. Dan seperti biasa, selama dalam perjalanan kedua bocah ceriwis ini selalu bertanya 'ini' dan 'itu', ngobrol ngalor-ngidul bikin gundul isi kepala... Dan setiap melewati daerah-daerah atau tempat-tempat yang tidak asing bagi mereka, mereka selalu bertanya hanya untuk memastikan...:)

Yaser : Umi, itu namanya apa?*sambil menunjuk ke arah bangunan*
Umi : Itu namanya Oikoshi... (nama suatu wilayah)
Yaser : Tempatnya siapa ya? Aku belum pernah kesitu...*sambil mesem-mesem*
Umi : Itu tempatnya Kak Jenny, Om Teddy, Om Zainuri...*belum selesai ngomong...*
Yaser : Tempatnya Tante Ellyn ya??? *mesem-mesem lagi*
Umi : Iya, tempatnya Tante Ellyn...:)
Hasya : Aku khan digendong sama Tante Ellyn, ada gambarnya...*baca fotonya*
Umi : Iya, Hasya ingat ya...:)
Yaser : Kok, tante Ellyn nggak ke rumah lagi?
Umi : Khan Tante Ellyn udah pulang ke Bogor, di Indonesia.
Yaser : Oooo, aku mau ke rumahnya tante Ellyn aah, naik Shinkansen merah ya Umi?
Umi : ?!*#@!!!?? ^-^

*Ada yang berminat mewujudkan jalur Shinkansen - Bogor???* :D

Sabtu, 14 Februari 2009

Cantik Seperti....



Cantik itu tidak hanya milik kaum Hawa lho!? Nggak percaya? Coba tanya dech sama putri kecilku, Hasya chan... :)

Pagi ini ketika sarapan pagi bersama, terjadi percakapan menarik diantara kami.

Amr : Hhh, Hasya kussai (bau)... *bercanda*
Hasya : Eee, nggak lagi... Mas Amr yang kussai lagi...
Amr : Iiih, emang kussai, bau belum mandi...*nggak puas kalo si kecil belum nangis*
Hasya : Nggak... Mas yang bau...
Umi : Nggak ya, Hasya khan cantik ya? :)
Hasya : Ehm, aku cantik... :)
Abi : Cantik seperti siapa ya???
Hasya : Cantik seperti Abi... *sambil cium pipi Abi*
Semua : Ha????? Seperti Abi??? huahahahahha......

Selasa, 30 Desember 2008

Belajar Iqro Gaya Hasya Chan



Hasya chan putri kecilku sudah mulai belajar Iqro jilid 1. Layaknya batita pada umumnya, Hasya chan mengumpamakan setiap huruf sesuai dengan persepsi dunianya...

Simak dech bagaimana Hasya chan belajar Iqro bersama Abi... :)

Abi : Ini huruf apa? (sambil nunjuk Alif)
Hasya : Ini pinsil aku berdiri
Abi : :) Iya, pinsil berdiri bunyinya Alif
Hasya : Alif...
Abi : Kalo ini namanya apa? (sambil nunjuk huruf Ba)
Hasya : Perahu ada bannya...
Abi : ?! Iya, perahu ada bannya bunyinya Ba
Hasya : Perahu ada bannya bunyinya krek krek...
Penghuni rumah : huaahahahaha......

Rabu, 19 November 2008

The Poor Garbage...

"Shine on...shine on... Let's make harmony... For a better future..."
Gitu dech sebaris kata dari lagu favoritnya anak-anakku sejak masih di Indonesia dulu, sampai sekarang... 'Baladewa' gitu lho...:)

'Hidup dalam Keharmonisan', rasanya menjadi dambaan bagi setiap manusia di muka bumi ini. Hidup yang tenang, aman, damai, nyaman, saling menghormati, saling menghargai, tanpa 'perang', tanpa perebutan kekuasaan, tanpa saling menjatuhkan, saling baku hantam, saling mencaci, saling mengadu domba atau bahkan saling menghilangkan nyawa orang lain...

Sebenarnya, tulisanku kali ini, berawal dari hal sepele yang terjadi di lingkungan kami tinggal. Rasanya keharmonisan kehidupan bertetangga kami sedang terusik. Sudah hampir dua minggu ini, ada seseorang yang meletakkan 'sampah' di lorong lantai kami. Sampah ini lumayan berukuran besar, jadi jelas mengganggu lalu lintas di lorong lantai kami. Herannya, tidak seorangpun bertanggung jawab atas sampah itu ...:(



Yang paling mengganggu adalah, sampah itu persis diletakkan di depan dinding kamar kami, yang seolah-olah, sampah itu adalah milik kami... Hhmm, bisa aja sich kita pindahkan sampah itu dan dibuang ke tempat semestinya. Tapi, rasanya 'unfair' aja..., belum lagi 'si empunya' nantinya semakin terlena dengan sikapnya yang tidak bertanggungjawab.....

Wah, dengan situasi seperti ini, rasanya jadi tidak nyaman dech...:X Apalagi buat si sampah itu sendiri, pasti nggak nyaman juga buat dia, berada di lorong sendirian, terkucil dari kumpulannya, diabaaikan oleh si empunya...:(

Dear friends, ada yang punya saran untuk cari solusinya nggak???

Minggu, 16 November 2008

Aku Perempuan...?



Putri kecilku, Hasya chan, sedang senang-senangnya berceloteh. Maklum, di usianya yang baru dua tahun lebih, memang sedang tinggi rasa ingin tahunya. Dan satu hal penting, sedang dalam proses belajar tentang dirinya sendiri. Terkadang, Hasya chan belum tahu kalau dirinya berbeda dari ketiga saudaranya yang laki-laki semua...

Biasanya aku suka memandikan Hasya bersama Yaser. Tapi, semenjak usia Yaser sudah semakin besar dan mendekati usia sekolah TK, aku mulai memandikan mereka secara terpisah. Suatu hari, Hasya menangis sedih gara-gara the boys Amr, Irham dan Yaser mandi bareng sementara Hasya nggak diajak...

Hasya : Aku mau mandi sama Mas....*sambil nangis*
Umi : Hasya mandinya nanti ya, sama Umi...*sambil ngusap airmatanya Hasya*
Hasya :Aku nggak mau sama Umi, aku mau sama Mas...*masih nangis*
Umi : Hasya kan perempuan, mandinya nggak boleh sama anak laki ya...
Hasya : Aku kan laki, aku mau mandi sama Mas...
Umi : *sambil nahan tawa* Hasya laki? Hasya kayak Umi atau kayak Abi?
Hasya : Aku kayak Umi...
Umi : Umi perempuan, Hasya kayak Umi juga, perempuan...
Hasya : Aku perempuan ya? Aku mandi sama Umi ya?
Umi : Iya sayang... anak Umi pinter ya...*sambil berpelukan dech*

Hhmm, Hasya chan jangan sedih lagi ya...:)

Rabu, 01 Oktober 2008

Eid Mubarak 1429 H



Allahu Akbar... Allahu Akbar... Allahu Akbar...
Laa Ilaha illa Allahu... Allahu Akbar...
Allahu Akbar wa lillahi Ilhamd...

Dimana seorang Ibu dihormati dan disayangi,
Disana, di setiap doanya,
Terdengar nyaring di telinga Allah...


Buat kedua Bundaku, keluarga besarku, kerabat dan sahabatku, serta para pengunjung yang beragama Islam...



Miss and Love u all so much... :)

Kamis, 07 Agustus 2008

'Just Kidding...'

'Just kidding' means 'just a joke'
Why 'Kidding'? Does the word 'kidding' have taken from the word 'kid'?

Well, probably it has...
Kids love to joke, so we use 'just kidding' when we 'make a joke'
And a person who loves to joke is similar with kid...

Hmm, confusing isn't it?
Whatever, just kidding or tobe similar with kid is not forbidden
Long as you've got the right time and the right person, it's allright...

'Too much laughing will kill your heart..."

Minggu, 27 Juli 2008

"Mauuu donaaaat.....:(("

Pagi-pagi, nggak ada hujan nggak ada petir, Yaser rewel banget...
"Aku mau donaaat...aku mauuu donaaat...", itu aja yang diomongin...:(

Sambil sibuk di dapur, Umi coba ngerayu Yaser supaya tenang...
Umi : Nanti Umi buatkan dech...
Yaser : Aku nggak mau dibuat, aku maunya dikasih Bunda Shinta...
Umi : Lho, donat yang kemarin itu dari Bunda Sita, Bundanya Kakak Calya...
Yaser : Ya udah, aku maunya dari Bunda Sita...
Umi : :(, wah Bunda Sita khan rumahnya jauhhh, Umi buatin aja ya, biar jadinya banyak...:)
Yaser : Nggak mau...nggak mauu...aku maunya donat kayak kemarin...
Abi (baru bangun tidur) : Ya udah...coba Yaser tanya Bunda Shinta, donatnya masih ada nggak...
Umi : ?%#!
Yaser : ??? Ya udah, aku telpon Bunda Shinta dech...

Abi...Abi..., bangun tidur langsung nimbrung jadi nggak nyambung tuuh...
Biar nggak nyambung, asal Yaser berhenti rewelnya nggak apa-apa dech...:D

Sesuai janji, akhirnya setelah makan siang, Umi bikin 'Donat Special' buat Yaser n kids. Tapi, karena proses fermentasinya yang lama, Yaser sampai ketiduran nungguinnya... Yang makan donatnya duluan ya, Hasya chan dech, yang dari tadi mondar-mandir depan dapur...:D

Jumat, 28 Maret 2008

Thank You Mr. Postman

Alhamdulillah...akhirnya ada khabar tentang kiriman Mamiku. Setelah dicek ke Kantor Pos Tsukuba, kiriman itu sebenarnya telah sampai pada tanggal 11 Maret lalu. Hanya saja, waktu mereka mengirimkan barang itu ke tempat kita, kita tidak ada di tempat. Anehnya, surat pemberitahuan yang biasanya pihak Pos masukkan dalam kotak pos kita, tidak ada...

Tanpa menunda waktu lagi, Abi langsung mendatangi Kantor Pos untuk mengambilnya. Walaupun sempat ditolak karena tidak membawa surat dari pihak Pos, yang memang tidak kami terima, akhirnya setelah agak ngotot sedikit, pihak Pos mau juga memberikan kiriman itu...

Alhamdulillah, masih rejekinya anak-anak...:) Ternyata, masih banyak orang yang AMANAH di negeriku tercinta... Mohon maaf atas dugaanku yang kemarin ya...dan Terima kasih banyak Pak Pos!!!

Kamis, 27 Maret 2008

Amanah

Pagi ini dapat khabar tidak menyenangkan dari Bunda tercinta. Beliau bilang bahwa barang-barang yang dikirimkan beliau untuk aku dan anak-anak, setelah diusut keberadaannya, sepertinya hilang entah dimana...Beliau sedih dan kecewa sekali, sampai bilang, barang-barang itu kan dibeli dengan uang halal, kok bisa nggak sampai ya???

Mendengar cerita Mami seperti itu, aku jadi ikutan sedih dan kecewa.. Kiriman itu sangat berarti buat aku dan keluargaku, karena isinya adalah obat-obatan dan vitamin yang biasa dikonsumsi anak-anakku. Kiriman itu dikirim tanggal 5 April lalu melalui jasa Pos dan Giro Udara, bukan Laut, dengan harapan supaya dapat segera sampai ke tanganku. Tapi, apa mau dikata, mungkin memang belum rejekinya aku dan anak-anak...:(

Aku cuma bilang ke Mami, masalahnya bukanlah di kita, uang halal atau bukan. Tetapi, masalahnya adalah di orang kantor Pos yang tidak AMANAH. Jadi malu dengan negeri sendiri, negeri yang secara statistik penduduknya penganut Islam terbanyak, tetapi sifat-sifat seorang Muslim tidak terpancarkan. Padahal, jelas-jelas, sifat AMANAH adalah salah satu sifat mulia yang Nabi Besar Muhammad SAW wariskan kepada umatnnya.

Akhirnya, aku bilang ke Mami, sabar aja ya... Mudah-mudahan Allah SWT mengganti semuanya dengan yang lebih baik dan barokah... amiiin...
Jadi teringat salah satu riwayatnya Nabi Besar Muhammad SAW, dimana beliau berkata,"...salah satu ciri kerusakan jaman akhir, mereka masih mendirikan sholat, tetapi mereka tidak lagi amanah..."

Minggu, 23 Maret 2008

Makanan dan Masa Depan

Baru dapat email nich dari teman yang baik hati dan bentar lagi juga mau pulang kampung ke negeri tercinta...
Isi emailnya tentang bahaya mengkonsumsi makanan hasil olahan, seperti sosis, nugget, burger, dan sejenisnya. Bukan berita baru memang, tetapi aku jadi tambah prihatin dech dengan keadaan negeri tercinta. ..:(

Setelah begitu banyak permasalahan yang mendera negeri kita, mulai dari masalah narkoba, banjir, longsor, penebangan hutan liar, sampai masalah makanan yang serba oplosan dan campurannya yang nggak jelas. Bagaimana nasib masa depan negeri kita ya???

Jadi ingat pesan Mamiku waktu aku akan pergi merantau, jauh dari beliau, "Ini pesan Omah buat Mami, sekarang pesan Mami buat kamu. Nanti, kalau kamu jauh dari Mami. Atau suatu saat nanti Mami udah nggak ada, anak-anak sama suamimu jangan dimasakin sayur bening dan telur ceplok setiap hari ya...kasihan..."

Dalam penjelasannya, Mamiku berpesan bahwa memasak untuk keluarga adalah ibadah selama kita melakukannya dengan penuh rasa kasih sayang dan keikhlasan. Dalam memasak, kita harus bisa memberikan yang terbaik, yang bukan berarti yang mahal. Baik disini, kita harus bisa selektif dalam pemilihan bahan-bahan makanan yang akan diolah, tidak saja harus aman dari segi kesehatan, tetapi juga harus aman dari sudut pandang agama kita, halal atau haramnya.

Kenapa itu menjadi begitu penting? Jelas dong. Apa kita rela kalau keluarga kita suatu saat menderita sakit kanker ataupun penyakit lainnya akibat makanan yang dimakannya selama ini?? Atau apakah kita rela, kalau ibadahnya suami kita atau anak-anak kita ditolak Allah SWT, gara-gara sesuap makanan yang tidak halal masuk ke dalam tubuh mereka??? Iiih, naudzubillahi min dzalik...

So, ayo memasak!! Ayo kita ciptakan generasi yang sehat dan bertaqwa!!! :)
Trims banyak ya buat teman-teman yang sudah rela berbagi ilmu memasaknya, baik yang secara langsung maupun yang lewat blog to blog...:)

YOU ARE WHAT YOU EAT!!!

Sabtu, 01 Maret 2008

Makan Roket??

Minggu besok ada acara perpisahannya teman-teman yang mau pulang. Seperti biasa, kita yang ibu-ibu dapat kebagian bantu-bantu masak. Kebetulan aku kebagian bikin kue yang gurih, yang terlintas langsung kroket kentang isi ayam keju...


Dari kentang sekitar 2 kg lebih, ternyata bisa jadi 75 buah kroket. Lagi asyiknya di dapur, biasa dech, datang Yaser yang mau tauuuu aja....

  • Yaser : Bikin apa Mi?
  • Umi : Bikin kroket...
  • Yaser : Apa Mi? Aku nggak mau makan roket... Roket khan nggak bisa dimakan lagi...
  • Umi : Roket?? Bukan... Kroket, tahu... Makanya, kupingnya dikorek tuhhh:)
  • Yaser : Kroket ya Mi... Aku juga mau dong...:)

Kamis, 28 Februari 2008

Masih Milik

Kemarin, Abi kehilangan handphonenya yang jatuh entah dimana waktu pulang jemput Iam. Duhh, sediiih rasanya... Nggak cuma karena harganya (maklum, kantong pelajar...), tetapi juga nilai pakainya yang berguna banget untuk komunikasi...


  • Abi : Mi, hp Abi hilang nich...:(
  • Umi : Inna lillahi...Dimana? Pantesan, tadi Umi telpon nggak ada yang angkat...:(
  • Abi : Nggak tahu ya, waktu belanja sich masih ada..., apa di bis ya???
  • Umi : Ya udah, kalo memang masih milik Insya Alloh ketemu lagi...
  • Abi : Mesti balik ke TC lagi, lapor barang hilang...

Malamnya, Alhamdulillah...dapat khabar dari Bunda Shinta, hp Abi dah ketemu...Ternyata, hp nya jatuh di bis dan disimpan sama Pak Supir... Alhamdulillah masih milik... Kalo kejadiannya di Indonesia, gimanna ya??? :)

Selasa, 26 Februari 2008

Semar Mendem???

Hari ini Amr libur sekolah, hari ulang tahun pendirian sekolahnya. Irham yang harusnya nggak libur, jadi ikut-ikutan libur dech... Lumayan nich, bisa agak santai...
Nggak tahu kenapa, aku mendadak inget kalo Amr kepingin dibikinin "semar mendem"nya tante Wiwid. Ya udah dech, pagi-pagi aku siapin sarapan semar mendem...



Tampangnya sich, meyakinkan... Tapi...

  • Umi : Amr, nich semar mendemnya dah jadi...
  • Amr : Iya, aku mau... (sambil nyomot satu semar mendem, langsung hap, masuk mulut)
  • Umi : Gimana? (antusias banget...)
  • Amr : Kok, lain rasanya Mi...
  • Umi : Apanya yang lain?
  • Amr : Rasanya...beda sama yang dibikin tante Wiwid...
  • Umi : Emang beda, bahannya sama isinya khan beda...
  • Amr : ???:(
  • Umi : Kirain, rasanya bisa sama...hehehe...

Makanya Mi, kalo pengen santai, jangan maksain bikin yang aneh-aneh...:)

Selasa, 12 Februari 2008

Garam dari Hongkong

Kalau Amr dan Irham sudah berangkat sekolah, biasanya aku baru bisa konsentrasi sama Yaser dan Hasya. Pagi ini, Yaser tumben minta dibikinin onigiri seperti Hasya, tapi...

  • Yaser : "Mi, aku nggak mau pake yang hijau ya..."
  • Umi : "Ya, trus pake apa aja dong?"
  • Yaser : "Aku pake bijinya aja..."(biji wijen maksudnya)
  • Umi : "Ok, tapi, garamnya habis nich...:( "
  • Yaser : "Emang, garamnya dari Hongkong, Mi???"
  • Umi : "???:))"