Putri lamat-lamat mengamati foto Bunda tercinta. Sambil me-ninabobo-kan si kecil yang ada di pangkuannya, lamunan Putri terbang ke lorong waktu, ketika ia bisa merekam semua kejadian di sekelilingnya, bersama Bunda....
Masih ku ingat dengan jelas, airmata yang membasahi pipi Bundaku...
Kala itu malam telah sangat larut. Aku terjaga dari tidurku dan ku lihat Bunda menangis di dalam sholatnya. Ketika ku tanya, mengapa Bunda menangis, Bunda hanya menggeleng dan tersenyum...
Masih ku ingat dengan jelas, airmata yang membasahi pipi Bundaku...
Kala tidur disisiku, membelai rambutku, dan mencium pipiku...
Ketika ku tanya, mengapa Bunda menangis, Bunda hanya menjawab dengan senyumnya yang menyejukkan hatiku...
Masih ku ingat dengan jelas, airmata yang membasahi pipi Bundaku...
Ketika aku dianugrahi seorang lelaki sebagai pendamping hidupku. Bunda hanya berbisik, tugas Bunda sudah usai, tetapi Bunda akan selalu ada disisiku, kapanpun aku membutuhkan Bunda...
Masih ku ingat dengan jelas, airmata yang membasahi pipi Bundaku...
Ketika aku dikaruniai seorang bayi, Bunda mencium keningku dan berbisik, tugas baru telah dimulai, ingatlah apa yang Bunda lakukan untukku, lanjutkanlah untuk anakku...
Kini, setelah apa yang telah Putri jalani...
Mengarungi bahtera luas di dalam perahu 'rumah tangga'...
Putri sangat mengerti apa arti airmata Bunda...
Betapa airmata itu mempunyai arti yang dalam, sedalam samudera...
Betapa airmata itu begitu mudah mengalir, seperti aliran air sungai...
Betapa airmata itu begitu hangat membasahi pipi, sehangat sinarnya mentari...
Betapa airmata itu menyimpan keteguhan hati, keteguhan cinta, keteguhan janji...
Yang hanya dimiliki oleh seorang Bunda, seorang 'Superwoman' sejati...
Minggu, 30 Maret 2008
Jumat, 28 Maret 2008
Bubur Mutiara
Hujan-hujan gini, enaknya makan yang hangat-hangat...Coba ngelancong ke dapurnya Mbak Rosy, eh, dapet ide bikin nich bubur...:) Kebetulan punya 'Pandan Tapioca Pearl' yang udah lama nganggur. Ditambahin nangka yang dipotong-potong, eehhmm... sedaaapp...

Bahan :
150 gr pandan tapioca pearl
5 mata nagka buah, potong kotak
500 ml air
3 sdm gula merah bubuk
2 sdm gula pasir
1/2 sdt garam
Kuah :
250 ml santan
1 sdt garam
Cara Membuat :
1. Rendam pandan tapioca pearl dengan air biasa, kira-kira 15 menit.
2. Masak air hingga mendidih, tambahkan gula dan garam, aduk rata.
3. Biarkan mendidih, masukkan pandan tapioca pearl, aduk rata.
4. Setelah agak mengental, masukkan potongan nangka, aduk rata, matikan api, angkat.
5. Masak santan bersama garam sampai mendidih sambil aduk terus supaya santan tidak pecah, matikan api.
6. Sajikan bubur mutiara di dalam mangkuk, siram dengan kuah santan.

Bahan :
150 gr pandan tapioca pearl
5 mata nagka buah, potong kotak
500 ml air
3 sdm gula merah bubuk
2 sdm gula pasir
1/2 sdt garam
Kuah :
250 ml santan
1 sdt garam
Cara Membuat :
1. Rendam pandan tapioca pearl dengan air biasa, kira-kira 15 menit.
2. Masak air hingga mendidih, tambahkan gula dan garam, aduk rata.
3. Biarkan mendidih, masukkan pandan tapioca pearl, aduk rata.
4. Setelah agak mengental, masukkan potongan nangka, aduk rata, matikan api, angkat.
5. Masak santan bersama garam sampai mendidih sambil aduk terus supaya santan tidak pecah, matikan api.
6. Sajikan bubur mutiara di dalam mangkuk, siram dengan kuah santan.
Thank You Mr. Postman
Alhamdulillah...akhirnya ada khabar tentang kiriman Mamiku. Setelah dicek ke Kantor Pos Tsukuba, kiriman itu sebenarnya telah sampai pada tanggal 11 Maret lalu. Hanya saja, waktu mereka mengirimkan barang itu ke tempat kita, kita tidak ada di tempat. Anehnya, surat pemberitahuan yang biasanya pihak Pos masukkan dalam kotak pos kita, tidak ada...
Tanpa menunda waktu lagi, Abi langsung mendatangi Kantor Pos untuk mengambilnya. Walaupun sempat ditolak karena tidak membawa surat dari pihak Pos, yang memang tidak kami terima, akhirnya setelah agak ngotot sedikit, pihak Pos mau juga memberikan kiriman itu...
Alhamdulillah, masih rejekinya anak-anak...:) Ternyata, masih banyak orang yang AMANAH di negeriku tercinta... Mohon maaf atas dugaanku yang kemarin ya...dan Terima kasih banyak Pak Pos!!!
Tanpa menunda waktu lagi, Abi langsung mendatangi Kantor Pos untuk mengambilnya. Walaupun sempat ditolak karena tidak membawa surat dari pihak Pos, yang memang tidak kami terima, akhirnya setelah agak ngotot sedikit, pihak Pos mau juga memberikan kiriman itu...
Alhamdulillah, masih rejekinya anak-anak...:) Ternyata, masih banyak orang yang AMANAH di negeriku tercinta... Mohon maaf atas dugaanku yang kemarin ya...dan Terima kasih banyak Pak Pos!!!
Langganan:
Postingan (Atom)