Krisis ekonomi dunia belakangan ini sungguh memberikan dampak yang luar biasa di negara manapun, tak terkecuali Indonesia. Jika pengusaha saja banyak yang gulung tikar, apalagi seorang pekerja biasa...
Jika harga barang-barang terus melambung, sementara pendapatan semakin terjun bebas. Tak heran jika banyak orang bilang, "Mau beli susu anak saja tidak cukup, gimana mau beli yang lain? Apalagi bersedekah ataupun memikirkan orang lain???"
Atau ada juga yang bilang, "Nanti kalau aku sudah banyak uang, aku akan sedekah yang banyak." "Nanti kalau aku sudah kaya, aku akan membuat masjid, memberi makan fakir miskin, dan sebagainya..."
Pertanyaannya adalah, apakah harus menunggu kaya untuk bisa berbuat baik? Apakah harus menunggu banyak uang untuk bisa berbagi dengan yang memerlukan? Apakah harus menunggu semua kebutuhan pribadi terpenuhi baru mau bersedekah???
Bukankah ukuran 'banyak' atau 'cukup' sangat tergantung kepada si empunya diri? Bukankah ukuran 'banyak' atau 'cukup' hanyalah permainan kata yang maknanya sendiri hanyalah si empunya diri yang paling mengetahui?
Jika seorang nenek yang berusia kepala enam, tetap berusaha dengan profesinya sebagai penyandang kista yang bertugas membersihkan halaman sebuah sekolah di pelosok desa di belahan timur pulau jawa, yang berpenghasilan beberapa ribu rupiah saja sehari, beliau masih bisa menyisihkan rezkinya untuk berinfak dan bersedekah. Bagaimana dengan Anda??? Akankah keterpurukan ekonomi, kekurangan dan kesusahan akan menghalangi niat Anda untuk berbagi dengan sesama???
Ketika matahari terbit di ufuk timur, ada dua malaikaat yang berkata,
"Wahai manusia, sambutlah rezki dari Tuhanmu. Sesungguhnya rezki yang sedikit tetapi cukup 'lebih baik' daripada harta yang banyak namun meelalaikan."
Dan ketika matahari terbenam di sore hari, kedua malaikat tersebut berdo'a,
"Ya Allah, menggantilah Engkau pada rezkinya orang-orang yang telah menginfakkan rezki dariMu, dan berilah kerusakan kepada orang-orang yang menahan pada hartanya."
(HR. Ahmad)
Senin, 06 April 2009
Minggu, 05 April 2009
Apple Pie

Ada apel nganggur, hampir seminggu nggak diutak-atik sama anak-anak. So, akhirnya dibuatkanlah pie buah apel atau bahasa kerennya Apple Pie. Aroma apel memang selalu menggoda selera, apalagi kalau baru saja dipanggang, eehmmmm.....
Resep asli nyontek dari Uni Tika di Sweden, makasih ya Uni...:)
Dan seperti biasa sudah mengalami beberapa perubahan sesuai persediaan dapurnya Umi Rina...;)
Bahan Kulit :
175 gr tepung terigu all purpose
125 gr butter
1 btr telur
Bahan Isi :
1 buah apel merah besar
25 gr butter
50 gr gula pasir
125 ml whiiped cook, kocok menjadi cream
2 sdm cream cheese
1 btr telur, kocok lepas
Cara Membuat :
1.Siapkan loyang bongkar pasang diameter 20 cm, olesi margarine, sisihkan.
2.Campur dan uleni bahan kulit sampai rata, bulatkan, simpan dalam lemari es minimal 1 jam.
3.Keluarkan dari lemari es, giling di atas meja kerja bertabur terigu sesuai diameter loyang, lebihkan sampai setinggi setengahnya tinggi loyang.
4.Sementara panaskan oven suhu 200 C, tusuk-tusuk dasar adonan dan pinggiran adonan dengan bantuan garpu.
5.Tutup loyang dengan aluminium foil, oven selama 15 menit, biarkan sampai apel siap ditata.
6.Kupas apel, buang tengahnya, iris tipis membujur sesuai ketebalan kulit pie.
7.Cairkan butter, masukkan gula biarkan larut, masukkan apel, aduk rata, biarkan mendidih, angkat.
8.Tata apel dalam loyang, sisihkan.
9.Panaskan kembali oven suhu 200 C, sementara didihkan cream dan cream cheese sambil sesekali diaduk.
10.Masukkan telur kocok, adukk rata, angkat dari api (jangan dimasak).
11.Siram saus diatas apel, oven selama 20-25 menit.
12.Siap disajikan hangat atau dingin, eehhmmmm....*slurrpp*
Sabtu, 04 April 2009
Hanami 2009
Musim haru atau musim semi di Jepang sangat identik dengan Hanami. Hanami dilakukan untuk menikmati keindahan bunga sakura yang berkembang dan mekar di musim ini. Tidak saja nihonjin (bangsa Jepang) yang mengadakan hanami ini, warga PPI (Persatuan Pelajar Indonesia) Tsukuba Ibaraki pun juga tidak mau ketinggalan...
Hanami tahun ini mengambil lokasi di Tsukuba International House (TIH). Sayangnya, tidak semua teman-teman bisa datang, termasuk Abi yang harus lembur di lab...:(
Ya, untuk teman-teman yang berhalangan datang, rencananya kita bikin hanamian lagi ya??? :) Mudah-mudahan bisa ikutan dan cuaca pada hari H-nya juga mendukung.
Langganan:
Postingan (Atom)